Gibran Rakabuming Raka: Dari Pengawasan MBG hingga Dorong Proyek Waste-to-Energy
Suara Pecari, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menunjukkan peran aktifnya dalam berbagai agenda pemerintahan, mulai dari pengawasan program strategis hingga mendukung proyek infrastruktur energi terbarukan. Dalam sepekan terakhir, Gibran Rakabuming Raka terlibat dalam sejumlah kegiatan yang menyoroti isu lingkungan, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan.
Tinjau Proyek Waste-to-Energy di Palembang
Pada pertengahan Juli lalu, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Keramasan di Palembang, Sumatera Selatan. Proyek ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sampah Perkotaan Berbasis Energi Baru Terbarukan yang Ramah Lingkungan. Dalam kunjungannya, Gibran menegaskan bahwa pembangunan PLTSa berjalan sesuai jadwal dan diharapkan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari serta menghasilkan listrik sekitar 17,7 megawatt untuk jaringan utama Palembang. Proyek ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mendukung transisi energi bersih dan menciptakan nilai ekonomi dari residu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi.
Desakan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Di sisi lain, pengamat politik Fernando Emas mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melibatkan Gibran Rakabuming Raka secara lebih intensif dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan pemerintah ini tengah menghadapi berbagai kritik, mulai dari kasus korupsi yang melibatkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya, Dadan Hindayana, hingga pengunduran diri penggantinya, Nanik S Deyang, karena alasan kesehatan. Kini jabatan Kepala BGN diisi oleh Sudaryono, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Pertanian. Fernando menilai bahwa keterlibatan Gibran dapat meringankan beban Presiden dan memastikan program berjalan efektif, mengingat keberhasilan MBG tetap akan dikaitkan dengan Prabowo. Gibran sendiri telah melakukan kunjungan kerja ke Rokan Hilir, Riau, pada 17 Juli untuk meninjau langsung pelaksanaan MBG dan kondisi sarana pendidikan di daerah tersebut.
Perhatian terhadap Cagar Budaya Muaro Jambi
Isu lain yang melibatkan Gibran Rakabuming Raka adalah laporan mahasiswa mengenai keberadaan stockpile batu bara di sekitar Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi. Laporan tersebut mendorong Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jambi untuk menelusuri legalitas operasional perusahaan yang beraktivitas di zona inti cagar budaya. Kekhawatiran utama adalah dampak debu batu bara terhadap kelestarian situs sejarah Kompleks Percandian Muaro Jambi. BP Kebudayaan Jambi kini bekerja sama dengan dinas tata ruang dan perizinan Provinsi Jambi serta Kabupaten Muaro Jambi untuk memeriksa izin perusahaan yang beroperasi di sepanjang aliran Sungai Batanghari.
Sinergi TNI-Polri dan Posisi dalam Sidang Kabinet
Dalam kesempatan lain, Gibran mendampingi Presiden Prabowo saat melantik 1.177 perwira remaja TNI-Polri di Istana Merdeka pada 22 Juli. Presiden menekankan pentingnya sinergi kedua institusi sebagai pilar negara. Sementara itu, posisi duduk Gibran yang terpisah dari Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna sempat menjadi sorotan. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa pengaturan tersebut murni teknis, mengikuti format taklimat Presiden agar penyampaian arahan lebih efektif, bukan menandakan perubahan hubungan kerja.
Kesimpulan
Dari pengawasan program sosial hingga proyek infrastruktur energi, Gibran Rakabuming Raka terus memainkan peran penting dalam pemerintahan. Keterlibatannya di berbagai sektor menunjukkan komitmen untuk mendukung visi Presiden Prabowo, sekaligus membuktikan bahwa Wakil Presiden bukan sekadar pelengkap, melainkan mitra kerja yang aktif. Dengan tantangan yang ada, sinergi antara Presiden dan Wakil Presiden diharapkan mampu mendorong tata kelola yang lebih baik dan pembangunan yang berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










