Polisi Sebut 5 Warga Sipil Tewas Akibat Penganiayaan OPM di Tolikara
Suara Pecari, Papua – Lima warga sipil tewas akibat penganiayaan dan penembakan yang diduga dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada 2 Agustus 2026. Peristiwa ini terjadi di sekitar kawasan Kali Kabur, Distrik Kanggime, yang juga menyebabkan lima pekerja lainnya mengalami luka-luka dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa jenazah kelima korban sudah dievakuasi ke RSUD Mulia dan RSUD Karubaga untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Empat korban telah teridentifikasi dengan inisial A.S, E.A, B, dan A.C.R, sementara satu korban lain masih dalam proses identifikasi. Sementara lima korban selamat yang dievakuasi berinisial W.R, S.S, H.M, S.U, dan J.J.M.
Proses Evakuasi dan Dugaan Pelaku
Evakuasi korban berlangsung dengan penuh tantangan karena personel Satgas Damai Cartenz menghadapi gangguan keamanan berupa kontak tembak dengan pihak yang belum teridentifikasi. Meski demikian, proses evakuasi tetap dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan korban dan petugas.
Informasi awal dan keterangan saksi menunjuk pada dugaan keterlibatan OPM pimpinan Rambo Botak sebagai pelaku penyerangan. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum menetapkan pihak bertanggung jawab sebelum didukung oleh bukti yang cukup.
Konteks Konflik dan Dampak
Peristiwa ini merupakan bagian dari serangkaian konflik bersenjata yang terjadi di Papua sepanjang tahun 2026. Komnas HAM mencatat terdapat 59 orang tewas dalam 42 insiden di wilayah tersebut selama periode Januari hingga Juni 2026, termasuk 43 warga sipil. Konflik tersebut berdampak luas terhadap keamanan dan stabilitas masyarakat di Papua Pegunungan.
Pernyataan dan Tindak Lanjut
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut kejadian ini secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Tolikara dan Kodam Cenderawasih terus mengumpulkan bukti serta memeriksa saksi untuk mengungkap motif dan pelaku penyerangan.
Kasus ini menegaskan pentingnya penegakan hukum dan perlindungan terhadap warga sipil di wilayah konflik agar kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah dan aparat keamanan diharapkan dapat meningkatkan upaya stabilisasi dan dialog untuk meredam ketegangan di Papua.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









