Tahap Awal Proyek PLTS 100 GW Dilaksanakan di Bali, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Suara Pecari, Jakarta – Pemerintah Indonesia menetapkan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai misi nasional yang akan dimulai tahap awalnya di Bali. Proyek ambisius ini ditargetkan rampung pada tahun 2029 dan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pembangunan tahap awal PLTS 100 GW akan dilakukan di Bali dan peresmiannya akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah saat ini tengah memverifikasi lahan bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta PT PLN (Persero) sebagai persiapan konstruksi fisik. Selain itu, penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum percepatan proyek juga sedang dirampungkan untuk memastikan kelancaran perizinan dan eksekusi program.

Peran Strategis PLTS 100 GW dalam Pertumbuhan Ekonomi

Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai program PLTS 100 GW sebagai program transisi energi besar yang mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Chief Executive Officer IESR, Fabby Tumiwa, menyatakan bahwa program ini akan meningkatkan investasi dan dapat menjadi instrumen penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain peningkatan investasi, program ini juga dianggap sebagai strategi ketahanan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor bahan bakar minyak (BBM). Program PLTS 100 GW membuka peluang untuk pembangunan energi terbarukan yang dapat dilakukan oleh berbagai skala, mulai dari komunitas kecil hingga perusahaan besar.

Kajian Pengembangan PLTS Sepanjang Tol Trans-Jawa

Kementerian ESDM juga tengah mengkaji pengembangan PLTS di sepanjang jalan tol Trans-Jawa sebagai bagian dari target 100 GW. Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa kajian ini didasarkan pada keberhasilan pemasangan PLTS di tepi tol Bali Mandara dan akan mempertimbangkan faktor angin yang kencang sebagai aspek penting dalam peletakan panel surya. Eksekusi pengembangan PLTS di tol Trans-Jawa direncanakan mulai tahun depan.

Manfaat PLTS bagi Pemerataan Energi dan Pemberdayaan Masyarakat

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Esther Sri Astuti, dan Ketua ICRES, Surya Darma, menekankan bahwa pembangunan PLTS 100 GW bukan hanya agenda transisi energi, tetapi juga penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pendekatan inklusif yang melibatkan pembangunan PLTS hingga ke pelosok desa dapat memberdayakan ekonomi lokal, mempercepat pemerataan akses listrik berkualitas, serta menekan biaya logistik energi di daerah terpencil dan kepulauan.

Selain itu, program ini diprediksi akan menarik investasi hijau global, menciptakan jutaan lapangan kerja hijau, dan memperkuat rantai pasok industri komponen surya dalam negeri. Dengan demikian, dampak positif PLTS 100 GW akan dirasakan secara luas, mulai dari pusat beban besar hingga wilayah terpencil di Indonesia.

Secara keseluruhan, proyek PLTS 100 GW menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia mengakselerasi transisi energi terbarukan, memperkuat ketahanan energi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *