KSAD Benarkan TNI AD Akan Bentuk 5 Kodam Baru pada 2026
Suara Pecari – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengonfirmasi rencana pembentukan lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Proses peresmian kelima Kodam ini masih menunggu keputusan dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Kelima Kodam baru tersebut direncanakan berdiri di lima provinsi, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya. Kodam Mataram akan menjadi Kodam yang berdiri di DIY. Saat ini, jumlah Kodam di Indonesia sudah mencapai 21 unit, dan pemerintah menargetkan agar setiap provinsi memiliki satu Kodam pada tahun 2029.
Rencana Pembentukan Kodam Baru
KSAD Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa jadwal peresmian Kodam baru akan diumumkan langsung oleh Panglima TNI. Penempatan Kodam baru ini bertujuan untuk memperkuat struktur komando wilayah TNI AD di seluruh Indonesia. Namun, detail lokasi dan waktu peresmian masih dirahasiakan sementara waktu.
Kritik dan Kontroversi
Rencana pembentukan Kodam baru ini mendapatkan kritik dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil seperti Imparsial. Kritik utama ditujukan pada potensi kebangkitan fungsi dwifungsi militer yang sebelumnya telah ditinggalkan sejak era Reformasi. Imparsial menilai perlu adanya pengawasan ketat dari DPR terhadap rencana ini agar tidak membuka peluang bagi militer untuk terlibat dalam politik praktis atau pemerintahan sipil.
Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, menegaskan bahwa penambahan Kodam baru bertentangan dengan amanat Undang-Undang TNI, khususnya Pasal 11 Ayat 2 yang mengatur agar struktur organisasi TNI tidak membuka peluang bagi kepentingan politik praktis dan tidak selalu mengikuti struktur administrasi pemerintahan.
Peran TNI AD dalam Pembangunan Infrastruktur
Selain rencana pembentukan Kodam baru, KSAD Maruli Simanjuntak juga melaporkan bahwa TNI Angkatan Darat telah sukses membangun 3.008 titik jembatan di seluruh Indonesia, dengan 2.500 jembatan sudah rampung. Pembangunan ini bertujuan membuka akses menuju sekolah, desa, fasilitas kesehatan, dan fasilitas ekonomi, memberikan manfaat langsung bagi jutaan masyarakat.
TNI AD menargetkan pembangunan jembatan mencapai 5.000 titik pada akhir tahun 2026, termasuk penanganan 798 jembatan di daerah bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Padang. Program ini diharapkan dapat mempercepat akses pendidikan dan ekonomi di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan apresiasi atas kinerja KSAD Maruli Simanjuntak dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur ini. Prabowo menilai Maruli layak menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD berkat dedikasi dan pengabdiannya yang signifikan bagi bangsa.
Konteks dan Dampak
Pembentukan Kodam baru merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah secara merata di seluruh Indonesia. Namun, perlu keseimbangan antara kebutuhan pertahanan dan penerapan prinsip reformasi militer yang menghindari keterlibatan militer dalam urusan politik dan pemerintahan sipil.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh TNI AD memberikan dampak positif dalam meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan terdampak bencana. Hal ini juga mendukung pembangunan nasional secara menyeluruh.
Rencana pembentukan Kodam dan program pembangunan jembatan merupakan dua aspek yang menunjukkan upaya TNI AD untuk memperkuat fungsi pertahanan sekaligus berkontribusi pada pembangunan sosial-ekonomi masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










