Rehabilitasi SDN Pataonan 1: Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam Membangun Pendidikan Madura
Suara Pecari, BANGKALAN — Program Karya Bhakti TNI AD kembali menunjukkan taringnya dalam pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan. Kali ini, personel Koramil Socah bersama unsur terkait melakukan rehabilitasi total terhadap SDN Pataonan 1 yang terletak di Desa Pataonan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan yang berlangsung sejak pekan pertama Juli 2026 ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui perbaikan sarana pendidikan dasar.
Kondisi Sekolah Sebelum Rehabilitasi
SDN Pataonan 1, yang telah berdiri sejak 1985, mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan plafon akibat usia bangunan yang sudah tua serta minimnya perawatan. Beberapa ruang kelas tidak dapat digunakan karena bocor saat hujan, sehingga proses belajar mengajar sering terganggu. Kepala sekolah, Ibu Siti Fatimah, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir dan sangat memprihatinkan. “Siswa sering pindah ruangan saat hujan deras. Ada yang belajar di koridor karena atap kelasnya bocor,” ujarnya.
Kronologi Pelaksanaan Rehabilitasi
Rehabilitasi SDN Pataonan 1 dimulai pada 10 Juli 2026 dengan tahap persiapan dan inventarisasi material. Berikut rincian jadwal pelaksanaan berdasarkan laporan dari Koramil Socah:
| Tanggal | Kegiatan | Keterangan |
|---|---|---|
| 10 Juli 2026 | Persiapan dan pengadaan material | Koordinasi dengan desa dan dinas terkait |
| 13 Juli 2026 | Pembongkaran plafon bagian dalam | Melibatkan 15 personel TNI dan 10 warga |
| 15 Juli 2026 | Pembongkaran atap bangunan | Dilakukan secara manual untuk menghindari kerusakan struktur |
| 18 Juli 2026 | Pemasangan rangka plafon baru | Menggunakan material baja ringan |
| 20 Juli 2026 | Pemasangan atap dan finishing | Ditargetkan selesai akhir Juli |
Danramil Socah, Kapten Cke Marsono, menegaskan bahwa seluruh tahapan dikerjakan secara gotong royong antara TNI dan masyarakat. “Kami tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan. Ini adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya saat meninjau lokasi pada 15 Juli lalu.
Dampak Rehabilitasi bagi Siswa dan Masyarakat
Rehabilitasi ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Desa Pataonan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Bangkalan, angka partisipasi sekolah di Kecamatan Socah masih di bawah rata-rata kabupaten, yaitu 85% untuk jenjang SD. Dengan perbaikan sarana, diharapkan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya meningkat. Selain itu, suasana belajar yang nyaman akan mendukung konsentrasi siswa dan kinerja guru.
Manfaat lain yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah terbukanya lapangan pekerjaan sementara bagi warga setempat yang dilibatkan dalam proyek. Setidaknya 20 warga Desa Pataonan bekerja sebagai tenaga harian lepas selama masa rehabilitasi. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi perekonomian desa yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan buruh tani.
Sinergi TNI dan Masyarakat: Lebih dari Sekadar Pembangunan Fisik
Program Karya Bhakti TNI AD bukanlah kegiatan sekali jalan. Di berbagai daerah, program ini telah terbukti menjadi katalisator pembangunan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Di Bangkalan, selain rehabilitasi sekolah, TNI AD juga telah melaksanakan program serupa di bidang infrastruktur jalan, irigasi, dan kesehatan. Menurut Kapten Marsono, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan antusiasme warga.
“Kami ingin menanamkan nilai gotong royong yang mulai luntur. Dengan bekerja bersama, masyarakat merasa memiliki dan akan merawat hasil pembangunan ini,” imbuhnya. Ia menambahkan, setelah rehabilitasi selesai, TNI akan melakukan pemantauan berkala untuk memastikan bangunan tetap terawat.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski berjalan lancar, rehabilitasi SDN Pataonan 1 bukannya tanpa tantangan. Keterbatasan anggaran dan cuaca yang tidak menentu sempat menghambat pekerjaan. Namun, berkat koordinasi yang baik, semua hambatan dapat diatasi. Ke depan, diharapkan program serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah di pelosok Madura yang masih membutuhkan perbaikan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Bangkalan, terdapat 15 SD di Kecamatan Socah yang memerlukan rehabilitasi ringan hingga berat.
Ibu Siti Fatimah, Kepala SDN Pataonan 1, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. “Kami sangat berterima kasih kepada TNI AD yang telah peduli. Semoga ke depannya ada perhatian juga untuk fasilitas lain seperti perpustakaan dan laboratorium,” harapnya.
Penutup
Rehabilitasi SDN Pataonan 1 bukan sekadar proyek perbaikan fisik. Ia adalah simbol nyata bahwa tentara dan rakyat dapat bergandengan tangan membangun masa depan. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan yang kerap terpusat di kota, perhatian terhadap sekolah-sekolah di desa seperti ini menjadi penanda bahwa semangat kebersamaan masih hidup. Dengan atap baru yang kokoh dan plafon yang rapi, siswa-siswi SDN Pataonan 1 kini dapat belajar tanpa khawatir hujan. Mereka punya alasan baru untuk bermimpi besar, dan TNI AD telah memberi mereka pijakan yang lebih kuat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










