Spesifikasi dan Rencana Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara, Kapal Perang Andalan TNI AL

Spesifikasi dan Rencana Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara, Kapal Perang Andalan TNI AL

Suara Pecari – Pemerintah Indonesia secara resmi mengajukan permohonan persetujuan kepada DPR RI untuk menjual satu unit kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara. Langkah ini tercantum dalam Surat Presiden Nomor R-33 tanggal 14 Juli 2026 dan telah dibacakan dalam Rapat Paripurna DPR pada 18 Agustus 2026. Penjualan ini menandai berakhirnya masa operasional kapal yang pernah menjadi tulang punggung pelatihan TNI Angkatan Laut.

Sejarah dan Fungsi KRI Ki Hajar Dewantara

KRI Ki Hajar Dewantara resmi bertugas sejak tahun 1981 dan merupakan kapal kelas Dewantara-class yang dirancang khusus sebagai kapal latih untuk pendidikan kadet TNI AL. Kapal ini dilengkapi persenjataan lengkap dan sistem navigasi laut yang kompleks untuk menunjang pelatihan pengoperasian alat tempur dan navigasi laut.

Spesifikasi KRI Ki Hajar Dewantara

SpesifikasiDetail
DimensiPanjang 96,70 meter, lebar 11,2 meter, dan tinggi 3,55 meter
Berat1.850 ton
Mesin2 mesin diesel
Kecepatan Maksimal27 knot
Jangkauan6.400 kilometer
Kapasitas Awak91 pelaut, 14 instruktur, dan 100 taruna
Persenjataan4 rudal permukaan-ke-permukaan MM-38 Exocet, 1 meriam Bofors 57/70 kaliber 57mm, 2 kanon penangkis serangan udara kaliber 20mm, 4 torpedo AEG SUT, bom laut/mortir anti kapal selam, dan peluncur rudal permukaan-ke-udara Mistral
Fasilitas TambahanDek pendaratan helikopter

Proses dan Konteks Penjualan

Penjualan kapal ini telah melewati proses administratif resmi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi surat permohonan dari Presiden telah diterima dan sedang diproses oleh Komisi I DPR, yang membidangi urusan pertahanan.

Sebelumnya, kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara sempat direncanakan untuk ditenggelamkan di Laut Buleleng pada tahun 2022, namun keputusan akhir mengenai hal tersebut berada di tangan Kementerian Pertahanan. Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyatakan mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menjual kapal tersebut.

Masa Pensiun dan Peran dalam TNI AL

Karena usia dan performa mesin yang menurun, KRI Ki Hajar Dewantara memasuki masa pensiun pada tahun 2019. Kapal ini pernah menjadi andalan dalam pelatihan kadet TNI AL, berperan penting dalam mengasah kemampuan navigasi dan pengoperasian persenjataan laut. Saat ini, kapal berada di bawah komando Koarmada II TNI AL sebelum proses penjualan berlangsung.

Penjualan kapal ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk mengelola dan memperbarui aset strategis negara, sekaligus menandai berakhirnya era kapal latih yang memiliki sejarah panjang dalam mendukung pertahanan laut Indonesia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *