Nathan Ngoy Tampil Gemilang di Lini Belakang, Belgia Tertahan Imbang Lawan Mesir

Nathan Ngoy Tampil Gemilang di Lini Belakang, Belgia Tertahan Imbang Lawan Mesir

Suara Pecari | Seattle, AS – Tim nasional Belgia harus puas berbagi angka dengan Mesir dalam laga perdana Grup G Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Seattle Stadium, Selasa (16/6) dini hari WIB. Dalam pertandingan yang berjalan ketat, kedua tim bermain imbang 1-1. Sorotan utama tertuju pada penampilan solid bek muda Belgia, Nathan Ngoy, yang sukses meredam serangan Mesir sepanjang laga.

Nathan Ngoy, yang baru berusia 21 tahun, dipercaya pelatih Rudi Garcia untuk mengisi pos bek tengah bersama Brandon Mechele. Sepanjang pertandingan, Nathan Ngoy menunjukkan ketenangan dan kematangan di luar usianya. Ia beberapa kali memenangkan duel udara dan melakukan tekel bersih untuk memotong aliran bola ke lini depan Mesir. Statistik mencatat Nathan Ngoy menyelesaikan 92% umpan dan melakukan empat intersepsi krusial. Penampilan apik Nathan Ngoy ini menjadi salah satu faktor mengapa Belgia tidak kebobolan lebih dari satu gol.

Mesir justru mampu unggul lebih dulu melalui gol spektakuler Emam Ashour pada menit ke-19. Mendapat assist dari Mohamed Salah, Ashour melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Thibaut Courtois. Gol tersebut merupakan gol internasional pertama Ashour dan menjadi sejarah karena Mesir untuk pertama kalinya memimpin dalam pertandingan Piala Dunia sejak 2018.

Belgia yang tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 68% kesulitan menembus pertahanan rapat Mesir. Pelatih Rudi Garcia kemudian memasukkan Romelu Lukaku pada menit ke-66. Keputusan itu langsung membuahkan hasil. Hanya 22 detik setelah masuk, Lukaku memberikan tekanan ke pertahanan Mesir yang berujung pada gol bunuh diri Mohamed Hany. Bek Mesir itu gagal mengantisipasi umpan silang dan bola mengenai kakinya sendiri masuk ke gawang.

Nathan Ngoy kembali menunjukkan perannya setelah gol penyama. Ia bersama Mechele membentuk tembok kokoh yang membuat Mesir kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Kehadiran Nathan Ngoy di lini belakang memberikan rasa aman bagi lini tengah Belgia untuk terus menekan. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat Belgia gagal meraih kemenangan.

Pemain sayap Belgia, Jeremy Doku, yang menjadi andalan dalam kualifikasi, tampil kurang efektif karena mendapat penjagaan ketat dari pemain Mesir. Doku hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dan sering kehilangan bola. Sementara itu, Kevin De Bruyne menjadi motor serangan Belgia dengan menciptakan lima peluang, namun tak ada yang berbuah gol.

Hasil imbang ini membuat Grup G masih terbuka lebar. Belgia akan menghadapi Iran pada laga berikutnya, sementara Mesir akan berhadapan dengan Selandia Baru. Penampilan Nathan Ngoy di lini belakang menjadi modal berharga bagi Belgia untuk melaju ke babak selanjutnya. Jika Nathan Ngoy mampu mempertahankan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan menjadi pilar utama pertahanan Belgia di masa depan.

Dengan satu poin ini, Belgia tetap optimistis bisa lolos dari grup. Namun, mereka harus meningkatkan efektivitas serangan agar tidak kembali kehilangan poin. Sementara Mesir, meski gagal meraih kemenangan perdana di Piala Dunia, menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan