236 Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 Dievakuasi, 5 di Antaranya Meninggal

236 Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 Dievakuasi, 5 di Antaranya Meninggal

Suara Pecari, Sumenep – Sebanyak 236 penumpang KM Mutiara Sentosa 2 berhasil dievakuasi setelah kapal tersebut mengalami kebakaran di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada Minggu malam, 28 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia.

Evakuasi Penumpang dan Kondisi Korban

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan bahwa evakuasi selesai dilakukan pada pukul 21.00 WIB dengan rincian total penumpang sebanyak 236 orang. Dari jumlah tersebut, 231 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.

Evakuasi melibatkan sepuluh kapal bantuan yang membawa para penumpang ke berbagai lokasi tujuan. Berikut rincian evakuasi berdasarkan kapal pendukung:

  • Meratus Pematang Siantar: 111 orang selamat, 2 meninggal; kapal menuju Surabaya.
  • TB Hasnur 26: 65 orang selamat, 1 meninggal.
  • Transco Arafura: 17 orang selamat, penumpang ditransfer ke KM Ferindo 1 untuk dibawa ke Pelabuhan Lembar, Lombok.
  • Meratus Project 3: 13 orang selamat, 1 meninggal.
  • Prakarsa Mas: 6 orang selamat, penumpang ditransfer ke Kapal Selaras Mas.
  • SC Aila XVII: 9 orang selamat, penumpang ditransfer ke KN SAR Permadi dan dibawa menuju Kalianget, Sumenep.
  • Alcon Daniel: 1 orang meninggal.
  • Selaras Mas: 13 orang selamat, menuju Surabaya.
  • British Mentor: 2 orang selamat.
  • Nelayan Ambunten: 1 orang selamat.

Konteks dan Pentingnya Informasi

Kebakaran kapal di perairan Sumenep merupakan peristiwa serius yang mengancam keselamatan penumpang dan awak kapal. Evakuasi cepat dan koordinasi sejumlah kapal bantuan menjadi kunci penyelamatan mayoritas penumpang. Informasi ini penting untuk memberikan gambaran kondisi terkini dan upaya penyelamatan yang telah dilakukan.

Dampak dan Perkembangan Selanjutnya

Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran serta memastikan keselamatan penumpang yang telah dievakuasi. Penanganan korban meninggal dan pemulihan kondisi para korban selamat menjadi prioritas utama.

Peristiwa ini juga mengingatkan pentingnya prosedur keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di transportasi laut, khususnya di wilayah perairan yang rawan risiko.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *