Rapor Merah Lee Zii Jia: Misi Dongkrak Ranking BWF demi Olimpiade Los Angeles 2028 Tersendat
Suara Pecari | Rapor merah Lee Zii Jia: Misi dongkrak ranking BWF demi Olimpiade Los Angeles 2028 tersendat kembali menjadi sorotan setelah pebulu tangkis Malaysia itu tersingkir di babak pertama Macau Open 2026. Kekalahan dari wakil Indonesia, Prahdiska Bagas Shujiwo, dengan skor 21-12, 22-20 pada Rabu (17/6/2026) menambah panjang daftar hasil buruk yang dialami Lee Zii Jia dalam beberapa bulan terakhir. Ini menjadi kekalahan kelima beruntun di babak awal turnamen individu sejak Maret 2026, dimulai dari Swiss Open, Orleans Masters, Thailand Open, Australian Open, hingga Macau Open.
Padahal, awal musim ini Lee Zii Jia sempat menunjukkan tanda kebangkitan dengan mencapai perempat final Thailand Open pada Januari 2026. Namun, performa tersebut tidak bertahan lama. Rapor merah Lee Zii Jia: Misi dongkrak ranking BWF demi Olimpiade Los Angeles 2028 tersendat semakin terlihat jelas ketika ia gagal memanfaatkan turnamen-turnamen berikutnya untuk mengumpulkan poin. Saat ini, Lee Zii Jia berada di peringkat 43 dunia BWF, jauh dari posisi yang dibutuhkan untuk lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028, yang fase kualifikasinya diperkirakan dimulai pada 2027.
Kekalahan di Macau Open sekaligus menjadi kesempatan yang terlewatkan. Sebelum turnamen, Lee Zii Jia diharapkan bisa menebus kegagalan di Australian Open dan memperbaiki peringkat. Namun, Prahdiska Bagas, pemain muda Indonesia berusia 21 tahun, tampil dominan dan menjadi batu sandungan. Pertemuan pertama antara keduanya berlangsung sengit, namun Lee Zii Jia tidak mampu mengimbangi permainan lawan yang agresif. Prahdiska, yang merupakan unggulan ketujuh, berhasil memanfaatkan momentum setelah beberapa pemain mundur, termasuk Moh Zaki Ubaidillah.
Kondisi ini tentu menjadi alarm bagi Lee Zii Jia dan timnya. Rapor merah Lee Zii Jia: Misi dongkrak ranking BWF demi Olimpiade Los Angeles 2028 tersendat harus segera diatasi jika ia ingin bersaing di panggung tertinggi. Turnamen selanjutnya, US Open 2026, diharapkan menjadi titik balik. Namun, tekanan semakin besar karena persaingan di tunggal putra kian ketat, terutama dengan munculnya pemain-pemain muda seperti Prahdiska Bagas yang siap menggeser posisi para senior.
Dari sisi lain, Macau Open 2026 juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain Malaysia lainnya. Pasangan ganda putra Tan Wee Kiong/Nur Azriyn Ayub juga mendapat perlawanan ketat dari duet baru Indonesia, Putra Erwiansyah/Bagas Maulana. Absennya pemain utama BAM membuat beban pembuktian bertumpu pada pemain profesional dan pelapis. Namun, hasil yang didapat belum memuaskan.
Kesimpulannya, perjalanan Lee Zii Jia menuju Olimpiade Los Angeles 2028 semakin terjal. Dengan rapor merah yang terus membayangi, ia perlu segera menemukan kembali konsistensi permainan dan mental juara. US Open 2026 menjadi ujian krusial untuk membuktikan bahwa misi mendongkrak ranking BWF masih bisa tercapai. Jika tidak, mimpi tampil di Los Angeles 2028 bisa sirna.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












