Flora Tallinn Siap Tampil di Kualifikasi Liga Champions, Dihadang FC Iberia 1999
Suara Pecari, Flora Tallinn, klub kasta tertinggi Liga Estonia, kembali menjadi sorotan setelah memastikan diri berlaga di babak kualifikasi pertama Liga Champions UEFA 2026-27. Tim berjuluk FC Flora itu akan menghadapi wakil Georgia, FC Iberia 1999, di A. Le Coq Arena pada Kamis, 9 Juli 2026. Laga ini menjadi ujian berat bagi Flora Tallinn yang mengincar tiket ke fase grup kompetisi elit Eropa.
Flora Tallinn tampil sebagai juara bertahan Liga Premium Estonia musim lalu dengan koleksi 82 poin dari 36 pertandingan, unggul tiga angka atas rival sekota, Levadia. Performa mereka di awal musim ini pun cukup meyakinkan. Dalam 18 pertandingan terakhir, Flora Tallinn duduk di peringkat kedua klasemen dengan 36 poin, hanya terpaut sepuluh poin dari Levadia yang memuncaki klasemen, namun masih memiliki satu pertandingan tunda. Kemenangan telak 3-0 atas Kuressaare pada akhir pekan lalu menjadi modal berharga menjelang laga kontra Iberia. Tiga gol kemenangan dicetak oleh Taaniel Usta, Tony Varjund, dan Mihhail Kolobov.
Pelatih kepala Flora Tallinn, yang enggan disebutkan namanya, menegaskan bahwa timnya siap tempur. “Kami sudah mempersiapkan diri secara maksimal. FC Iberia adalah lawan yang tangguh, namun kami percaya diri bermain di kandang sendiri. Dukungan suporter akan menjadi motivasi tambahan,” ujarnya dalam konferensi pers prapertandingan.
Sementara itu, FC Iberia 1999, yang sebelumnya dikenal sebagai Saburtalo Tbilisi, datang ke Estonia dengan status juara bertahan Liga Georgia. Mereka mengumpulkan 80 poin dari 36 laga musim lalu, unggul dua poin dari Dila. Musim ini, Iberia masih memimpin klasemen dengan 34 poin dari 19 pertandingan, unggul dua poin dari FC Rustavi dan Dinamo Tbilisi. Namun, hasil minor di Piala Super Georgia, di mana mereka kalah adu penalti 5-6 dari Torpedo Kutaisi setelah bermain imbang 2-2, menjadi catatan tersendiri.
Pertemuan antara Flora Tallinn dan FC Iberia 1999 akan menjadi duel perdana bagi kedua tim. Flora Tallinn mengandalkan ketajaman penyerang andalan mereka, Rauno Sappinen, yang menjadi top skor tim musim lalu. Di sisi lain, Iberia memiliki lini depan yang produktif dengan torehan 45 gol di liga musim lalu.
Di luar kancah domestik, Flora Tallinn juga menjadi perhatian karena sukses melahirkan talenta muda. Salah satu produk akademi mereka, Andero Kaares, baru saja bergabung dengan Villarreal B pada usia 17 tahun. Kabar ini menambah reputasi Flora Tallinn sebagai klub yang mampu menghasilkan pemain berkualitas.
Laga leg pertama ini diprediksi berjalan ketat. Keuntungan bermain di kandang membuat Flora Tallinn diunggulkan menang tipis dengan skor 2-1. Namun, FC Iberia 1999 bukanlah lawan yang mudah. Mereka memiliki pengalaman di kompetisi Eropa dan akan berusaha mencuri gol tandang. Leg kedua akan digelar di Stadion Mikheil Meshki, Tbilisi, pada pekan depan.
Flora Tallinn tidak hanya berjuang di Liga Champions, tetapi juga menjadi wakil Estonia di kompetisi Eropa lainnya. Klub sekota, Levadia Tallinn, juga tengah beraksi di UEFA Conference League melawan Caernarfon Town dari Wales. Hal ini menunjukkan dominasi sepak bola Estonia di panggung Eropa musim ini.
Dengan semangat juang tinggi dan dukungan penuh dari para penggemar, Flora Tallinn optimistis dapat melangkah jauh musim ini. Pertandingan melawan FC Iberia 1999 akan menjadi langkah awal untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level tertinggi Eropa.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










