Daun Manggis Kering Asal Babel Tembus Pasar Inggris

Daun Manggis Kering Asal Babel Tembus Pasar Inggris

Suara Pecari, Pangkalpinang – Sebanyak 2.935 kilogram atau sekitar 2,9 ton daun manggis kering asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil diekspor ke Inggris. Keberhasilan ini menandai langkah penting dalam diversifikasi komoditas ekspor daerah, yang selama ini identik dengan timah dan lada. Ekspor perdana dilakukan setelah melalui serangkaian pemeriksaan karantina dan fitosanitari yang ketat sesuai standar internasional.

Kronologi dan Proses Ekspor

Ekspor daun manggis kering ini difasilitasi oleh Karantina Kepulauan Bangka Belitung. Kepala Karantina, Herwintarti, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan daun manggis kering bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta memenuhi persyaratan fitosanitari yang ditetapkan Inggris. “Karantina Bangka Belitung menerbitkan Phytosanitary Certificate sebagai dokumen resmi yang menjadi syarat ekspor,” kata Herwintarti dalam rilis yang diterima RRI, Senin, 6 Juli 2026.

Proses ekspor ini tidak terjadi dalam semalam. Data menunjukkan bahwa hingga Juni 2026, Karantina Kepulauan Bangka Belitung telah memfasilitasi ekspor sebanyak 4.471 kilogram daun manggis kering ke Inggris. Artinya, pengiriman terbaru sebesar 2,9 ton merupakan bagian dari akumulasi ekspor yang terus meningkat.

Dampak dan Implikasi Ekonomi

Keberhasilan ekspor daun manggis kering membuka peluang baru bagi ekonomi Babel. Selama ini, provinsi tersebut sangat bergantung pada komoditas tambang seperti timah, yang harganya fluktuatif. Dengan adanya ekspor hasil hutan bukan kayu, terjadi diversifikasi yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Pelaku usaha Babel, Mirna, memberikan apresiasi terhadap inovasi ini. “Apalagi yang justru diekspor ini, barang yang kita anggap sampah, ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik, hanya dari daun manggis, yang selama ini masyarakat Bangka Belitung tidak tau,” ucap Mirna. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk mengolah potensi lokal yang selama ini terabaikan.

Data ekspor daun manggis kering ke Inggris dapat dilihat pada tabel berikut:

PeriodeVolume (kg)Negara Tujuan
Hingga Juni 20264.471Inggris
Juli 2026 (pengiriman terbaru)2.935Inggris

Peran Karantina dalam Mendukung Hilirisasi

Herwintarti menegaskan bahwa penerapan tindakan karantina sesuai standar internasional menjadi bagian penting dalam menjamin setiap komoditas ekspor memenuhi persyaratan negara tujuan, sekaligus menjaga keamanan hayati Indonesia. Menurutnya, keberhasilan ekspor daun manggis kering ini juga menjadi bukti nyata dukungan Karantina terhadap program hilirisasi dan pengembangan komoditas unggulan Bangka Belitung agar mampu menembus pasar internasional.

Program hilirisasi sendiri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Dengan mengekspor daun manggis kering, bukan hanya bahan mentah, nilai tambah yang diperoleh lebih besar. Daun manggis kering dapat digunakan sebagai bahan baku teh herbal, suplemen kesehatan, dan produk kosmetik di Inggris.

Peluang bagi Pelaku Usaha Lokal

Keberhasilan ini membuka mata bahwa potensi ekspor Babel tidak terbatas pada komoditas utama. Berikut adalah beberapa hasil hutan bukan kayu yang berpotensi dikembangkan:

  • Daun manggis kering
  • Madu hutan
  • Gaharu
  • Rotan
  • Tanaman obat tradisional

Mirna berharap perusahaan atau pelaku usaha yang telah memiliki link dan berhasil memasarkan produk ke negara luar, dapat mengajak masyarakat Bangka lain ikut serta sehingga memberikan manfaatnya. Kolaborasi antara pelaku usaha besar dan kecil dapat menciptakan ekosistem ekspor yang inklusif.

Penutup

Ekspor daun manggis kering asal Bangka Belitung ke Inggris bukan sekadar pencapaian angka, melainkan simbol transformasi ekonomi daerah. Di balik daun yang selama ini dianggap limbah, tersimpan potensi besar yang mampu bersaing di pasar global. Ke depan, diharapkan semakin banyak inovasi serupa yang muncul, sehingga Babel tidak hanya dikenal sebagai penghasil timah, tetapi juga sebagai produsen produk herbal berkualitas dunia. Dengan dukungan karantina yang ketat dan semangat hilirisasi, langkah kecil ini dapat menjadi pijakan menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *