Dorong Ekonomi Kreatif Jambi, Pelaku Industri Ajak Gen-Z Lebih Inisiatif dan Kolaboratif
Suara Pecari, Jambi – Sektor ekonomi kreatif di Kota Jambi menunjukkan tren positif yang menjanjikan. Pelaku industri kreatif sekaligus pemilik MBK Production, Kemas Fadly, menekankan pentingnya peran generasi Z dalam mengembangkan dunia hiburan dan industri kreatif lokal agar mampu bersaing di kancah nasional. Menurutnya, momentum saat ini sangat tepat bagi anak muda Jambi untuk lebih berani unjuk gigi dan mengambil inisiatif.
Potensi Ekonomi Kreatif Jambi
Provinsi Jambi memiliki kekayaan budaya dan sumber daya alam yang melimpah, namun selama ini potensi ekonomi kreatif belum tergarap maksimal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jambi menunjukkan bahwa kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDRB masih di bawah 5%, jauh dibandingkan sektor pertanian dan pertambangan. Namun, dengan meningkatnya penetrasi internet dan penggunaan smartphone di kalangan Gen-Z, peluang untuk mengembangkan industri kreatif berbasis digital semakin terbuka lebar.
Kemas Fadly menilai, anak muda Jambi kini memiliki akses lebih luas untuk mengasah bakat, mulai dari dunia modeling, akting, hingga produksi konten audio-visual. “Anak muda sekarang harus lebih inisiatif. Kita di Jambi punya potensi besar untuk memproduksi karya sendiri, seperti film pendek atau konten digital yang bernilai jual,” ujar Kemas saat ditemui di sela-sela acara Jambi Creative Fest 2026.
Peran Gen-Z dalam Mengubah Wajah Industri Kreatif
Gen-Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dikenal sebagai generasi digital native. Mereka tumbuh bersama teknologi dan media sosial, sehingga memiliki kepekaan tinggi terhadap tren konten. Di Jambi, banyak anak muda yang sudah memulai karier sebagai content creator, YouTuber, atau podcaster. Namun, menurut Kemas, masih diperlukan dorongan agar mereka tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen karya yang bernilai ekonomi.
- Mengembangkan konten lokal bernuansa budaya Jambi, seperti legenda, kuliner, dan tradisi.
- Memanfaatkan platform digital untuk memasarkan karya ke audiens nasional dan internasional.
- Berani mengambil risiko dan belajar dari kegagalan untuk terus berinovasi.
Kolaborasi sebagai Kunci Sukses
Lebih lanjut, Kemas berharap agar para pelaku industri kreatif di Jambi dapat terus menjalin kolaborasi yang sehat, bukan sekadar bersaing secara individu. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem industri kreatif yang lebih profesional dan berkelas di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Kolaborasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti produksi bersama, pertukaran ide, hingga pembentukan komunitas kreatif.
| Bentuk Kolaborasi | Contoh | Manfaat |
|---|---|---|
| Produksi Bersama | Film pendek kolaborasi antara MBK Production dan komunitas sinema Jambi | Menggabungkan sumber daya dan bakat, memperluas jangkauan |
| Pertukaran Ide | Workshop dan diskusi rutin antar pelaku kreatif | Meningkatkan kualitas karya dan inovasi |
| Komunitas Kreatif | Pembentukan wadah seperti Jambi Creative Hub | Menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan profesional |
Dampak bagi Perekonomian Daerah
Pengembangan ekonomi kreatif di Jambi tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan individu, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja, terutama generasi muda, serta mengurangi angka pengangguran. Selain itu, produk kreatif yang unik dan bernilai budaya dapat menjadi daya tarik wisata, sehingga mendukung sektor pariwisata Jambi.
Pemerintah daerah pun diharapkan dapat memberikan dukungan berupa infrastruktur, pelatihan, dan akses permodalan. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain penyediaan ruang kreatif di pusat kota, program inkubasi bisnis kreatif, dan kemudahan perizinan usaha. Namun, masih diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi.
Kronologi Perkembangan Ekonomi Kreatif di Jambi
- 2020-2021: Pandemi COVID-19 mendorong digitalisasi UMKM, termasuk sektor kreatif. Banyak anak muda mulai membuat konten daring.
- 2022: Berdirinya beberapa komunitas kreatif seperti Jambi Film Community dan Jambi Musik Indie.
- 2023: Pemerintah provinsi meluncurkan program “Jambi Kreatif” untuk memfasilitasi pelaku industri.
- 2024: Jambi Creative Fest pertama kali digelar, menarik ribuan pengunjung.
- 2025: MBK Production merilis film pendek “Langkah Kecil” yang tembus festival nasional.
- 2026: Semakin banyak kolaborasi lintas sektor dan munculnya startup kreatif lokal.
Implikasi bagi Masa Depan
Jika tren ini terus berlanjut, Jambi berpotensi menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif di Sumatera. Generasi Z yang inisiatif dan kolaboratif akan menjadi motor penggerak. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses pasar, kurangnya pendanaan, dan persaingan dengan kota besar harus dihadapi dengan strategi yang tepat. Kemas Fadly optimistis, “Kita bisa bersaing dengan Jakarta atau Bandung jika anak mudanya mau belajar, berkolaborasi, dan tidak mudah menyerah.”
Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, ekosistem kreatif di Jambi diharapkan dapat terus tumbuh, memberikan ruang bagi talenta muda lokal untuk unjuk kemampuan, serta berkontribusi nyata terhadap kemajuan ekonomi daerah. Langkah kecil hari ini akan menjadi lompatan besar esok hari.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










