Maroko vs Prancis: Kemenangan Les Bleus Diwarnai Tragedi dan Kontroversi Penalti Mbappe

Maroko vs Prancis: Kemenangan Les Bleus Diwarnai Tragedi dan Kontroversi Penalti Mbappe

Suara Pecari, Laga maroko vs prancis pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB, berakhir dengan kemenangan Prancis 2-0. Namun, di balik keberhasilan Les Bleus melaju ke semifinal, tersimpan sejumlah peristiwa dramatis, mulai dari kegagalan penalti Kylian Mbappe, kontroversi VAR, hingga tragedi kematian seorang gadis dalam perayaan kemenangan di Prancis.

Pertandingan maroko vs prancis berlangsung sengit. Maroko tampil disiplin sepanjang babak pertama, dan kiper Yassine Bono tampil gemilang menggagalkan beberapa peluang, termasuk penalti Mbappe pada menit ke-30. Wasit Argentina, Facundo Tello, memutuskan untuk meninjau VAR sebelum eksekusi, yang menurut Mbappe mengganggu konsentrasinya. “Saya menendang, dia menepisnya. Tendangan saya tidak bagus. Setelah itu, situasinya menjadi rumit karena ada kesalahpahaman: wasit mengatakan kepada saya bahwa itu penalti. Jadi, saya bertanya kepadanya apakah pengambilan bola sudah selesai. Dia menjawab ya. Kemudian wasit kembali menghampiriku saat aku sudah mulai berkonsentrasi,” ujar Mbappe menjelaskan insiden tersebut. Pelatih Didier Deschamps membela pemainnya, mengatakan bahwa situasi itu tidak mudah karena kendala bahasa.

Namun, Mbappe bangkit di babak kedua. Pada menit ke-60, ia mencetak gol pembuka memanfaatkan umpan Desire Doue, disusul gol Ousmane Dembele enam menit kemudian. Gol tersebut membawa Mbappe memuncaki daftar top skor sementara dengan 8 gol, unggul atas Lionel Messi yang juga mengoleksi 8 gol namun hanya memiliki 1 assist berbanding 3 assist Mbappe. Mbappe kini total telah mengoleksi 20 gol di Piala Dunia, hanya terpaut satu gol dari rekor Messi (21 gol).

Di luar lapangan, kemenangan maroko vs prancis ini berubah menjadi tragedi. Seorang gadis berusia 17 tahun tewas dalam perayaan di kota Olenau-Emery, utara Prancis, setelah terjatuh dalam keadaan yang belum jelas. Polisi telah menahan seorang tersangka. Selain itu, terjadi perkelahian antar suporter di Paris yang menyebabkan satu orang luka tusuk. Sebanyak 10 orang ditangkap terkait berbagai insiden, termasuk pencurian dan penggunaan kembang api ilegal.

Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Maroko sebagai satu-satunya wakil Afrika di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Maroko tampil impresif dengan menahan imbang Brasil dan mengalahkan Belanda. Namun, di babak perempat final, mereka kembali takluk dari Prancis dengan skor identik 0-2 seperti pada Piala Dunia 2022. Pelatih Maroko mengakui keunggulan lawan, namun optimis dengan masa depan tim.

Prancis kini menjadi tim pertama yang memastikan tiket semifinal, tinggal menunggu lawan dari pertandingan lain. Persaingan ketat antara Mbappe dan Messi di puncak top skor semakin memanas, dan publik menantikan kemungkinan duel ulang final di partai puncak.

Kesimpulannya, maroko vs prancis bukan sekadar pertandingan sepak bola, melainkan cerminan dinamika emosional yang melibatkan perjuangan atlet, kontroversi teknologi, dan dampak sosial di luar lapangan. Kemenangan Prancis menjadi berkah sekaligus duka, sementara Maroko pulang dengan kepala tegak sebagai kebanggaan Afrika.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *