Euforia Malam Semifinal: Warga Bengkulu Nobar dan Dukung Argentina ke Final Piala Dunia 2026
Suara Pecari, Bengkulu – Suasana haru, tegang, dan penuh sorak sorai menyelimuti Aula dan Lapangan Gedung Merah Putih Bengkulu pada Kamis dini hari, 16 Juli 2026. Ratusan warga bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dan unsur Forkopimda memadati lokasi untuk menyaksikan laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina. Kegiatan nonton bareng (nobar) ini menjadi ajang hiburan sekaligus momentum kebersamaan yang langka, di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota.
Kronologi Pertandingan: Drama hingga Menit Akhir
Pertandingan dimulai dengan tensi tinggi. Inggris unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Gol tersebut sempat membuat pendukung Argentina di lokasi nobar terdiam. Namun, semangat La Albiceleste bangkit setelah Enzo Fernandez mencetak gol penyama kedudukan di menit-menit akhir waktu normal. Puncak drama terjadi saat injury time, ketika Lautaro Martinez memastikan kemenangan 2-1 untuk Argentina. Euforia pun pecah. Sorak sorai, tepuk tangan, dan yel-yel kemenangan menggema sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.
Walikota Dedy Wahyudi: Nobar untuk Rakyat dan UMKM
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi yang hadir langsung dalam acara nobar tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari upaya mendorong pergerakan ekonomi kerakyatan. “Yang pertama, ini kita nobar untuk hiburan rakyat, selain itu, dari Pak Mendagri, Pak Kapolri, kemudian Panglima TNI meminta kita untuk membangkitkan UMKM,” ujar Dedy, Kamis (16/7/2026). Menurutnya, kehadiran ratusan warga memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha kecil yang berjualan di sekitar lokasi acara. Pedagang kaki lima, penjual makanan ringan, hingga penjual atribut sepak bola kebanjiran rezeki.
Daftar Pejabat yang Hadir dalam Nobar Semifinal
| No | Nama | Jabatan |
|---|---|---|
| 1 | Dedy Wahyudi | Walikota Bengkulu |
| 2 | Kombes Pol. Rahmad Hidayat | Kapolresta Bengkulu |
| 3 | Kolonel Inf. Condro Edi Wibowo | Dandim 0407/Kota Bengkulu |
| 4 | Medy Pebriansyah | Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu |
Dampak Ekonomi dari Nobar: UMKM Bergairah
Kegiatan nobar semifinal ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM di sekitar Gedung Merah Putih. Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan pedagang kaki lima memanfaatkan momen ini untuk menjual aneka makanan dan minuman. Tak hanya itu, penjual jersey dan atribut sepak bola juga ramai pembeli. Berikut beberapa jenis usaha yang paling diuntungkan:
- Pedagang makanan ringan seperti gorengan, sate, dan bakso.
- Penjual minuman dingin dan hangat, termasuk kopi dan teh.
- Penjual atribut sepak bola, seperti syal, topi, dan bendera Argentina.
- Penjual jasa foto dan cetak instan untuk mengabadikan momen nobar.
Dengan adanya nobar, roda ekonomi lokal berputar lebih cepat. Hal ini sejalan dengan instruksi pemerintah pusat untuk membangkitkan UMKM di tengah pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
Antusiasme Masyarakat dan Harapan Final
Kemenangan Argentina disambut meriah oleh para pendukung yang memadati lokasi nobar. Walikota Dedy Wahyudi menyebut keberadaan Lionel Messi menjadi faktor penting yang mampu membangkitkan semangat tim Argentina saat berada dalam tekanan. “Yang kedua, ini bola, kita tidak tahu apa yang akan terjadi, namanya bola itu bundar, bisa berubah, tadinya pendukung Argentina mulai sepi. Tapi karena memang Messi dan tim luar biasa, sehingga bisa menang. Dan inilah permainan, dan di detik-detik akhir bisa berubah,” katanya.
Pada kesempatan itu, Dedy juga mengajak masyarakat untuk kembali memeriahkan agenda nobar final Piala Dunia 2026 yang direncanakan berlangsung lebih besar di kawasan Simpang Lima Bengkulu. Laga final diperkirakan akan mempertemukan Argentina melawan Spanyol, yang sebelumnya berhasil menyingkirkan Prancis di semifinal. “Yang pasti, jangan lupa kita nobar di Simpang Lima, didukung oleh Pak Kapolda, Pak Kapolres, Pak Danrem, Pak Gubernur, Pak Dandim juga, Pak Kajati juga. Semuanya, kita saksikan laga final seru, Argentina melawan Spanyol,” tuturnya.
Persiapan Nobar Final: Lebih Besar dan Meriah
Pemerintah Kota Bengkulu bersama Forkopimda telah menyiapkan konsep nobar final yang lebih megah. Lokasi di Simpang Lima dipilih karena mampu menampung lebih banyak warga. Selain layar raksasa, akan ada panggung hiburan dan bazar UMKM yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Implikasi Sosial: Nobar sebagai Perekat Kebersamaan
Nobar semifinal Piala Dunia di Bengkulu tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan antarwarga, lintas suku, agama, dan golongan. Di tengah perbedaan dukungan tim, semangat sportivitas dan toleransi tetap terjaga. Hal ini menjadi modal sosial yang berharga bagi pembangunan kota Bengkulu ke depan.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, nobar semifinal Piala Dunia di Bengkulu membuktikan bahwa sepak bola mampu menyatukan banyak orang. Kini, semua mata tertuju pada laga final yang akan digelar dalam waktu dekat. Warga Bengkulu siap kembali meriahkan malam final dengan harapan Argentina bisa membawa pulang trofi. Namun apapun hasilnya, kebersamaan yang tercipta sudah menjadi kemenangan tersendiri bagi Kota Bengkulu.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










