Pau Cubarsí Tampil Gemilang, Spanyol Gagal Bungkam Debutan Cabo Verde di Piala Dunia 2026
Suara Pecari | Piala Dunia 2026 dibuka dengan kejutan besar saat Spanyol, salah satu favorit juara, hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan debutan Cabo Verde di Atlanta, Senin (15/6) malam. Dalam laga yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium tersebut, Pau Cubarsí menjadi salah satu pemain yang tampil menonjol di lini belakang Spanyol. Bek muda berusia 19 tahun asal Barcelona itu menunjukkan kematangan di luar usianya, meski timnya gagal memanfaatkan dominasi penguasaan bola menjadi gol.
Pelatih Luis de la Fuente menurunkan Pau Cubarsí sebagai starter berduet dengan Aymeric Laporte di jantung pertahanan. Keputusan ini membuahkan hasil solid, karena Cabo Verde nyaris tidak mampu menciptakan peluang berbahaya. Namun, justru di lini depan Spanyol yang menjadi sorotan. Tanpa Lamine Yamal dan Nico Williams yang absen karena cedera, La Roja kehilangan daya gedor. Ferran Torres dan Mikel Oyarzabal beberapa kali membuang peluang emas, sementara kiper lawan Vozinha tampil gemilang dengan melakukan empat penyelamatan di babak pertama.
Statistik menunjukkan Spanyol mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 75% dan melepaskan 18 tembakan, namun hanya 5 yang mengarah ke gawang. Expected goals (xG) Spanyol melampaui angka 2.0, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal mencetak gol. Cabo Verde, yang menempati peringkat 67 FIFA, justru mencatat sejarah sebagai negara terkecil ketiga yang lolos ke Piala Dunia dan berhasil menahan imbang tim sekelas Spanyol.
Kehadiran Pau Cubarsí di skuad Spanyol menjadi sorotan tersendiri, mengingat ia merupakan produk asli La Masia yang kini menjadi pilar Barcelona. Dalam laga ini, ia menunjukkan ketenangan dalam mengantisipasi serangan balik lawan dan kemampuan distribusi bola yang apik. Bersama Marc Cucurella yang baru saja bergabung dengan Real Madrid, keduanya membentuk sisi kiri pertahanan yang solid. Menariknya, ini menjadi turnamen besar pertama tanpa pemain Real Madrid di skuad Spanyol, sementara Barcelona mengirimkan delapan pemain termasuk Pau Cubarsí.
Hasil imbang ini tentu menjadi pukulan bagi Spanyol yang sebelumnya di Piala Dunia 2022 menghancurkan Kosta Rika 7-0 di laga pembuka. Namun, pelatih De la Fuente tetap optimistis. “Kami mendominasi penuh dan hanya kurang beruntung di penyelesaian akhir. Saya yakin performa Pau Cubarsí dan rekan-rekannya akan semakin baik di pertandingan berikutnya,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Di sisi lain, Cabo Verde pantas berbangga. Kiper Vozinha yang berusia 40 tahun menjadi pahlawan dengan penyelamatan-penyelamatan krusial. Pelatih Cabo Verde, Bubista, memuji kerja keras timnya. “Kami datang untuk bersaing, dan hasil ini membuktikan bahwa kami layak berada di sini,” katanya.
Bagi Spanyol, laga melawan Cabo Verde menjadi pelajaran berharga. Dominasi tanpa gol tidak akan cukup jika ingin melaju jauh di turnamen ini. Dengan masih menyisakan dua pertandingan di Grup H, La Roja harus segera memperbaiki ketajaman di lini depan. Sementara itu, Pau Cubarsí akan terus menjadi andalan di lini belakang, mengingat performanya yang konsisten dan potensinya yang besar untuk masa depan sepak bola Spanyol.
Pertandingan selanjutnya Spanyol akan menghadapi lawan yang lebih berat. Jika ingin lolos ke babak gugur, De la Fuente harus segera menemukan solusi untuk masalah mencetak gol. Dengan modal pertahanan yang kokoh berkat Pau Cubarsí, Spanyol masih memiliki peluang besar untuk bangkit.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












