KONI Kabupaten Serang Minta Konflik Dualisme IPSI Diakhiri
Suara Pecari, Kabupaten Serang – KONI Kabupaten Serang mendesak agar konflik dualisme kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di wilayahnya segera diselesaikan. Permintaan ini disampaikan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten, guna memastikan persiapan atlet pencak silat tidak terganggu.
Desakan Penyelesaian Konflik Kepengurusan IPSI
Ketua KONI Kabupaten Serang, Syamsul Rizal Djahidi, menyatakan pihaknya telah menerima rekomendasi hasil audiensi IPSI dengan Komisi II DPRD Kabupaten Serang dan akan menindaklanjuti sesuai arahan pimpinan. Syamsul menilai penyelesaian konflik ini sangat mendesak karena proses entry by name atlet untuk Porprov sudah berlangsung dengan batas waktu 15 hari.
“Kami sebagai wadah dari cabang olahraga di Kabupaten Serang, khususnya IPSI, menilai persoalan ini harus segera diselesaikan agar tidak menghambat persiapan atlet,” ujar Syamsul pada Rabu (19/8/2026).
Peran IPSI Provinsi dan Upaya Komunikasi
KONI berharap IPSI Provinsi Banten turut andil membantu menyelesaikan konflik kepengurusan IPSI di Kabupaten Serang. Syamsul membuka ruang dialog dengan pihak-pihak yang berbeda pandangan agar persoalan tidak berlarut-larut dan tetap fokus membesarkan olahraga pencak silat di daerah.
Menurutnya, penyelesaian konflik penting karena IPSI memiliki kewenangan memberikan data atlet untuk Porprov, sedangkan KONI bertugas menginput data tersebut.
Tegaskan Olahraga Harus Bebas dari Politik
Syamsul menegaskan bahwa olahraga harus menjunjung sportivitas dan tidak boleh menjadi arena kepentingan politik. Prestasi hanya dapat diraih melalui latihan dan pertandingan yang fair.
Sikap Kepengurusan IPSI Kabupaten Serang
Ketua IPSI Kabupaten Serang hasil Muscab dan Muscam pada 15 Agustus 2026, Raden Faisal Rahmansah, membantah adanya dualisme kepengurusan. Ia menyatakan kepengurusan yang dipimpinnya sah dan memiliki legitimasi berdasarkan tahapan Muscab dan Muscam sebelumnya, serta telah mendapat surat keputusan dari IPSI Provinsi Banten atas rekomendasi KONI.
Faisal menegaskan kepengurusan baru akan fokus menjalankan pembinaan atlet dan persiapan kontingen pencak silat Kabupaten Serang untuk Porprov Banten.
Dampak Waktu dan Persiapan Porprov
Persoalan dualisme ini menjadi urgensi karena batas waktu penginputan data atlet ke panitia Porprov terbatas. KONI dan IPSI Kabupaten Serang harus segera menyelesaikan perbedaan agar persiapan atlet tidak terganggu dan kontingen dapat tampil optimal di ajang olahraga provinsi tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









