Sabrina Anggraini Nikmati Musim Nemophila di Hitachi Seaside Park
Suara Pecari | Sabrina Anggraini bersama suami Belva Devara dan putri mereka, Laula, menghabiskan liburan akhir April di Jepang. Pilihan destinasi jatuh pada Hitachi Seaside Park, Ibaraki, untuk menyaksikan mekarnya nemophila.
Nemophila, atau blue flower, mencapai puncak mekarnya pada akhir April hingga awal Mei. Warna biru yang melimpah menutupi lahan luas, menciptakan panorama yang jarang terlihat di luar Jepang.
Kunjungan keluarga ini bertepatan dengan musim semi, ketika sakura mulai berkurang namun bunga biru semakin menonjol. Sabrina menyatakan, “Kami ingin merasakan keunikan musim biru yang belum banyak diketahui wisatawan.”
Park ini dikenal dengan area “Nemophila Hill” yang menampung lebih dari satu juta tanaman. Setiap tanaman berjarak rapat, menghasilkan hamparan biru seragam yang tampak seperti laut.
Suasana di sekitar area tersebut didominasi oleh nuansa biru, mulai dari langit hingga pakaian pengunjung. Sabrina dan Laula pun memilih pakaian serasi berwarna biru untuk menambah kesan estetika.
Selain nemophila, taman ini menawarkan kebun sakura, taman bunga tulip, serta area bermain anak. Namun, pada kunjungan kali ini, fokus utama tetap pada blue flower season.
Suasana sejuk di pagi hari menambah kenyamanan saat berkeliling. Angin laut yang lembut dari Teluk Ibaraki membawa aroma tanah basah, menambah sensasi alami.
Park menyediakan fasilitas foto spot dengan latar belakang hamparan biru. Banyak pengunjung, termasuk selebriti, memanfaatkan peluang ini untuk mengabadikan momen.
Selama kunjungan, Sabrina mencatat bahwa akses ke area nemophila cukup mudah. Jalur pejalan kaki terawat dengan papan informasi berbahasa Inggris dan Jepang.
Pengelola taman menyebutkan bahwa perawatan intensif diperlukan untuk menjaga kerapatan warna biru. Setiap tahun, tim kebun menanam bibit baru pada awal musim semi.
Jumlah pengunjung internasional meningkat pada tahun ini, didorong oleh promosi media sosial. Foto-foto berwarna biru menjadi tren visual di platform seperti Instagram.
Belva Devara, yang juga turut berlibur, menambahkan bahwa keluarga merasakan kedamaian di antara lautan biru. Ia menekankan pentingnya meluangkan waktu bersama anak di alam terbuka.
Laula, yang berusia lima tahun, tampak antusias berlarian di antara bunga. Ia mengumpulkan beberapa kelopak sebagai kenang-kenangan.
Pengunjung dapat menyewa kereta listrik mini untuk menavigasi area luas. Layanan ini memudahkan keluarga dengan anak kecil.
Selain foto, taman menawarkan workshop melukis bunga bagi anak-anak. Kegiatan ini diadakan setiap sore, memperkenalkan seni visual kepada generasi muda.
Keputusan Sabrina memilih Hitachi Seaside Park dipengaruhi oleh rekomendasi suami yang gemar berpetualang. Suami menegaskan pentingnya mengeksplorasi destinasi yang belum ramai.
Park ini terletak sekitar dua jam perjalanan dari Tokyo dengan kereta cepat. Aksesibilitas yang baik menjadikannya pilihan populer bagi wisatawan singkat.
Cuaca pada hari kunjungan diprediksi cerah dengan suhu 18°C. Kondisi ini dianggap ideal untuk menikmati bunga tanpa terhalang hujan.
Setelah menghabiskan waktu di area nemophila, keluarga melanjutkan ke kebun sakura di bagian selatan. Mereka menyaksikan perpaduan warna biru dan merah muda.
Pengalaman ini menambah daftar destinasi keluarga Sabrina di Jepang. Ia berencana mengunjungi kembali Hitachi Seaside Park pada musim berikutnya.
Secara keseluruhan, liburan tersebut memberikan kombinasi visual kuat dan kebersamaan keluarga. Warna biru yang mendominasi menjadi simbol momen tak terlupakan.
Hitachi Seaside Park tetap menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari keunikan selain sakura. Musim nemophila menawarkan pemandangan yang jarang ditemukan di tempat lain.
Dengan fasilitas lengkap dan akses mudah, taman ini siap menyambut lebih banyak pengunjung internasional. Sabrina menutup kunjungan dengan harapan agar lebih banyak orang mengenal keindahan biru alami.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







