Makanan Siap Santap Jadi Andalan Puncak Haji 2026

Makanan Siap Santap Jadi Andalan Puncak Haji 2026

Suara Pecari | Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Indonesia telah menyiapkan makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk jemaah haji selama puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan gizi jemaah tetap terpenuhi di tengah kepadatan jumlah jemaah haji yang mencapai jutaan orang.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa layanan konsumsi menjadi salah satu prioritas pemerintah, sejalan dengan transportasi dan akomodasi. Menurutnya, makanan yang bergizi penting untuk menjaga stamina dan kesehatan jemaah yang akan menjalani rangkaian ibadah yang padat.

Maria mengungkapkan bahwa fase Armuzna adalah periode yang sangat sibuk, di mana koordinasi lintas sektor dan pengaturan logistik yang efektif sangat diperlukan untuk mendistribusikan makanan dalam jumlah besar secara bersamaan. Dia menekankan pentingnya kesiapan transportasi yang optimal dalam proses distribusi ini.

Baca juga:

Terdapat empat alasan utama mengapa makanan siap santap dipilih untuk jemaah haji Indonesia. Pertama, makanan ini memungkinkan distribusi yang lebih cepat ke hotel-hotel tempat jemaah menginap. Kedua, menu ini memudahkan jemaah dalam mengonsumsi makanan di tengah mobilitas yang tinggi selama Armuzna.

Baca juga:

Ketiga, daya tahan makanan yang lebih lama sangat menguntungkan mengingat cuaca panas di Arab Saudi. Keempat, makanan siap santap tetap memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Maria menambahkan bahwa teknologi pengolahan makanan yang digunakan menjamin makanan tetap higienis dan aman untuk dikonsumsi dalam waktu yang lebih lama tanpa mengurangi kualitasnya.

Baca juga:

Kemenhaj juga memastikan bahwa menu makanan siap santap tetap mencerminkan cita rasa Nusantara. Selama fase Armuzna, jemaah akan menerima total 15 porsi makanan dengan cita rasa yang sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain itu, enam porsi makanan siap santap tambahan juga disiapkan untuk fase pra dan pasca Armuzna.

Baca juga:

Paket makanan tambahan ini akan dibagikan pada tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H, yang bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026. Maria menyebutkan bahwa seluruh distribusi makanan siap santap ditargetkan selesai pada tanggal 6 Dzulhijjah 1447 H, atau 23 Mei 2026, sebelum jemaah bergerak menuju Arafah.

Baca juga:

Pemerintah memahami bahwa kualitas konsumsi sangat berpengaruh pada kondisi fisik jemaah. Oleh karena itu, pengawasan ketat akan dilakukan mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga distribusi makanan untuk memastikan semua berjalan dengan baik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan