Komisi VII DPR RI Cari Solusi Atasi Penurunan Wisatawan di Bintan

Komisi VII DPR RI Cari Solusi Atasi Penurunan Wisatawan di Bintan

Suara Pecari, Bintan, salah satu destinasi unggulan Indonesia di sektor pariwisata dan kawasan ekonomi khusus (KEK) industri, tengah menghadapi tantangan serius. Dalam kunjungan kerja yang digelar pada Rabu, 22 Juli 2026, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyatakan bahwa Bintan memiliki potensi besar namun terkendala oleh sejumlah persoalan yang menyebabkan penurunan jumlah wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Komisi VII tidak hanya datang untuk mendengar keluhan, tetapi juga membawa perwakilan dari beberapa kementerian terkait agar solusi dapat ditemukan secara langsung dan terpadu.

Kunjungan Kerja Komisi VII: Mencari Solusi Bersama

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya DPR untuk memastikan bahwa potensi daerah dapat dioptimalkan dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Evita Nursanty menegaskan, “Kami tidak hanya datang untuk mendengar persoalan, tetapi juga mencari solusi. Karena itu kami membawa kementerian terkait agar bisa langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah.” Langkah ini dinilai penting karena selama ini seringkali terjadi miskomunikasi antara pusat dan daerah dalam penanganan isu-isu strategis.

Persoalan Utama: Penurunan Wisatawan Mancanegara

Salah satu persoalan utama yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bintan adalah menurunnya jumlah wisatawan mancanegara secara signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun, penurunan ini dipengaruhi oleh dua faktor utama:

  • Kebijakan Visa bagi Wisatawan Tiongkok: Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan visa yang lebih ketat bagi wisatawan asal Tiongkok, yang sebelumnya merupakan salah satu pasar terbesar bagi pariwisata Bintan. Akibatnya, kunjungan dari negara tersebut merosot tajam.
  • Tidak Adanya Penerbangan Langsung ke Bintan: Sejumlah maskapai penerbangan menghentikan rute langsung menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah di Bintan, sehingga wisatawan harus transit di Batam atau Singapura terlebih dahulu, yang mengurangi minat perjalanan.

Evita Nursanty berharap pemerintah pusat dapat meninjau kembali kebijakan visa bagi negara-negara yang menjadi pasar utama wisata Indonesia. “Kami berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan visa bagi negara-negara yang menjadi pasar utama wisata Indonesia agar kunjungan wisatawan ke Bintan bisa kembali meningkat,” ujarnya.

Analisis Dampak Penurunan Wisatawan di Bintan

Penurunan jumlah wisatawan mancanegara tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga pada ekonomi lokal dan keberlangsungan KEK industri di Bintan. Berikut adalah beberapa dampak yang perlu dicermati:

Sektor TerdampakDampak LangsungDampak Tidak Langsung
PariwisataPenurunan okupansi hotel, restoran, dan objek wisataPengurangan tenaga kerja sektor informal
Ekonomi LokalPenurunan pendapatan UMKM dan pelaku usaha kecilBerkurangnya investasi di sektor pendukung
KEK IndustriMenurunnya daya tarik bagi investor asingHambatan dalam pengembangan kawasan

Data dari Dinas Pariwisata Bintan menunjukkan bahwa pada semester pertama tahun 2026, jumlah wisatawan mancanegara turun hingga 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini memprihatinkan mengingat Bintan telah menargetkan pertumbuhan kunjungan sebesar 15% tahun ini.

Kronologi dan Upaya Sebelumnya

Penurunan wisatawan di Bintan sebenarnya sudah mulai terasa sejak awal tahun 2025. Beberapa langkah telah diambil oleh pemerintah daerah, namun hasilnya belum optimal. Berikut kronologi singkatnya:

  1. Januari 2025: Pemerintah Kabupaten Bintan mengajukan proposal pembebasan visa bagi wisatawan Tiongkok ke Kementerian Hukum dan HAM, namun belum mendapat respons.
  2. April 2025: Maskapai AirAsia menghentikan rute penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Bintan karena okupansi rendah.
  3. Oktober 2025: Pemerintah daerah menggelar forum pariwisata untuk mencari solusi, namun hasilnya belum maksimal.
  4. Juli 2026: Kunjungan Komisi VII DPR RI menjadi momentum baru untuk mendorong perubahan kebijakan.

Implikasi bagi Masyarakat dan Industri

Penurunan wisatawan mancanegara berdampak langsung pada masyarakat Bintan, terutama mereka yang bergantung pada sektor pariwisata. Banyak pemandu wisata, pengrajin, dan pelaku UMKM yang mengalami penurunan pendapatan. Di sisi lain, industri perhotelan dan restoran juga terpaksa melakukan efisiensi, termasuk pengurangan jam kerja karyawan.

Dari sisi industri, KEK Bintan yang sebelumnya menjadi primadona investasi mulai kehilangan daya tarik. Investor asing, terutama dari Tiongkok dan Singapura, cenderung menunda rencana ekspansi mereka. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah daerah yang mengandalkan KEK sebagai motor penggerak ekonomi.

Langkah ke Depan: Harapan dari Kunjungan Komisi VII

Kunjungan Komisi VII DPR RI diharapkan menjadi titik balik bagi pariwisata Bintan. Kehadiran perwakilan dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Perhubungan dalam rombongan tersebut memungkinkan adanya koordinasi lintas sektor yang lebih efektif. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain:

  • Peninjauan ulang kebijakan visa bagi wisatawan Tiongkok, termasuk kemungkinan penerapan visa on arrival atau bebas visa.
  • Insentif bagi maskapai penerbangan untuk membuka kembali rute langsung ke Bintan, misalnya melalui subsidi atau pengurangan biaya pendaratan.
  • Pengembangan paket wisata terpadu yang melibatkan KEK industri dan destinasi alam, sehingga wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk berkunjung.

Evita Nursanty optimis bahwa dengan sinergi antara pusat dan daerah, Bintan dapat kembali bangkit. “Kami akan terus mengawal proses ini hingga ada hasil nyata. Bintan tidak boleh dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Bintan, dengan segala potensinya, layak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat. Kunjungan Komisi VII DPR RI ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah proses panjang untuk mengembalikan kejayaan pariwisata di pulau yang dikenal dengan julukan “Permata Kepulauan Riau” ini. Semoga langkah konkret segera terwujud, dan geliat wisatawan mancanegara kembali menghiasi pantai-pantai Bintan yang memesona.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *