Baju Adat Warnai Pasar Ngadirejo, Pedagang Kediri Hentikan Transaksi Sejenak
Suara Pecari, Kediri – Pasar tradisional Ngadirejo di Kota Kediri menjadi saksi momen langka saat para pedagang menghentikan aktivitas transaksi secara sejenak. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, sekitar 300 orang yang terdiri dari pedagang, pembeli, pengurus RT, RW, LPMK, Linmas, dan perangkat kelurahan mengenakan baju adat nusantara berwarna-warni, menggantikan pakaian kerja sehari-hari mereka.
Semangat Kebersamaan di Pasar Ngadirejo
Pagi itu, suasana pasar yang biasanya riuh dengan tawar-menawar berubah menjadi hening saat seluruh warga pasar berdiri tegak mengikuti upacara bendera. Kegiatan ini berlangsung di dekat markas Koperasi Kelurahan Merah Putih, yang berdekatan dengan pasar tradisional tersebut. Kepala Kelurahan Ngadirejo, Heru Sugiarto, menegaskan pentingnya semangat kebangsaan yang menyala di pasar ini.
“Semangat Merah Putih harus berkobar di pasar ini,” ujarnya usai mengikuti upacara. Meskipun persiapannya hanya memakan waktu satu minggu, kegiatan ini berhasil mempererat kebersamaan dan menegaskan nilai gotong royong di tingkat akar rumput.
Peran dan Harapan Para Tokoh Lokal
Ketua RW 1 Kelurahan Ngadirejo, Abu Nur Arifin, yang juga menjabat sebagai komandan upacara, menyatakan rasa syukur atas kesempatan memimpin kegiatan yang penuh makna tersebut. Dia berharap momentum ini tidak hanya menjadi simbol semata, tetapi juga menumbuhkan rasa kebangsaan yang kuat di kalangan masyarakat.
“Harapan kami ke depan jangan hanya jadi upacara simbolis, tetapi kita memberikan rasa kebangsaan kepada Negara Republik Indonesia,” katanya. Abu Nur Arifin juga dikenal sebagai mantan anggota Raiders 500 TNI AD, menambah kekuatan simbolis dari kegiatan ini.
Konteks dan Makna Kegiatan
Kegiatan mengenakan baju adat nusantara di pasar tradisional ini menjadi simbol harmoni dan keberagaman budaya yang menyatu dalam semangat nasionalisme. Berbagai latar belakang sosial dan budaya yang berbeda tidak menghalangi warga pasar untuk bersatu dalam satu barisan, menatap bendera merah putih yang berkibar perlahan.
Pasar Ngadirejo yang biasanya menjadi pusat aktivitas ekonomi sehari-hari, pada momen ini menjadi tempat refleksi dan penguatan ikatan sosial. Inisiatif swadaya dari para pedagang menunjukkan bahwa semangat kebangsaan dapat hidup dan tumbuh di berbagai lapisan masyarakat.
Dampak dan Harapan untuk Masa Depan
Langkah kecil yang dilakukan oleh masyarakat Pasar Ngadirejo ini diharapkan dapat menginspirasi sinergi antara rakyat kecil dan pemerintah Kota Kediri. Tema nasional tentang Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur menjadi doa yang terselip dalam setiap detik upacara tersebut.
Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong di tingkat masyarakat akar rumput masih hidup dan menjadi fondasi penting dalam membangun kesejahteraan bersama.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










