OSN 2026 Gunakan Platform TKA untuk Seleksi Awal, Ini Detailnya
Suara Pecari | Jakarta – Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 akan memanfaatkan platform Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada seleksi awal, demikian diungkapkan Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene. Langkah ini diterapkan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, khususnya pada tingkat kabupaten dan provinsi.
Kebijakan OSN 2026 manfaatkan platform TKA pada seleksi awal LPP RRI ini dipilih karena platform tersebut sudah dikenal luas oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Menurut Irene, penggunaan platform yang familiar akan mempermudah pelaksanaan seleksi dan mengurangi kendala teknis yang sering muncul saat ujian berbasis komputer.
“Untuk jenjang dasar dan menengah di tingkat kabupaten dan provinsi menggunakan platform berbasis TKA. Sehingga mempermudah pelaksanaan seleksi,” kata Irene dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Ia menegaskan bahwa TKA hanya berfungsi sebagai platform ujian, bukan sebagai penentu materi atau bentuk soal. Materi dan bentuk soal tetap mengikuti ketentuan OSN yang sudah ditetapkan. Dengan demikian, kualitas dan standar OSN tetap terjaga meskipun platform berubah.
Kepala Bidang Pengembangan Asesmen, Handaru Catu Bagus, menambahkan bahwa sekolah-sekolah sudah familiar dengan sistem TKA. Hal ini memudahkan proses simulasi dan pelaksanaan ujian. “Tujuannya untuk memudahkan satuan pendidikan. Mereka sudah familiar dengan platform yang digunakan,” ujar Handaru.
Untuk tingkat SMA, seleksi berikutnya menggunakan Learning Management System (LMS) Moodle. Sistem ini dipilih karena mampu mendukung soal yang lebih kompleks, sesuai dengan tingkat kesulitan yang diharapkan pada OSN tingkat nasional.
Penerapan OSN 2026 manfaatkan platform TKA pada seleksi awal LPP RRI diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai daerah. Dengan platform yang mudah diakses, diharapkan tidak ada lagi kendala infrastruktur yang menghambat partisipasi siswa.
Sebagai informasi, OSN 2026 rencananya akan digelar secara bertahap mulai dari seleksi kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Platform TKA akan digunakan pada dua tahap awal, sementara LMS Moodle digunakan pada tahap selanjutnya untuk SMA.
Keputusan OSN 2026 manfaatkan platform TKA pada seleksi awal LPP RRI ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Para guru dan kepala sekolah menilai langkah ini tepat karena mengurangi beban administrasi dan teknis. Selain itu, platform TKA juga dinilai lebih stabil dan telah teruji dalam berbagai ujian sebelumnya.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan OSN 2026 dapat berjalan lebih lancar, efisien, dan menghasilkan siswa-siswa berprestasi yang siap bersaing di tingkat internasional. OSN sendiri merupakan ajang bergengsi yang menjadi barometer kualitas pendidikan sains di Indonesia.
Kesimpulannya, penggunaan platform TKA pada seleksi awal OSN 2026 merupakan langkah strategis untuk memodernisasi sistem seleksi. Dengan memanfaatkan teknologi yang sudah familiar, pelaksanaan OSN diharapkan lebih inklusif dan efektif. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sains di tanah air.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












