Peningkatan Kapasitas Ketua TP-PKK Desa, Kelurahan dan Kecamatan se-Bateng: Fokus pada PAUD dan Literasi Informasi

Peningkatan Kapasitas Ketua TP-PKK Desa, Kelurahan dan Kecamatan se-Bateng: Fokus pada PAUD dan Literasi Informasi

Latar Belakang Kegiatan Peningkatan Kapasitas TP-PKK

Suara Pecari, Pada Kamis, 9 Juli 2026, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bangka Tengah menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi Ketua TP-PKK tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan se-Bangka Tengah. Acara yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bangka Tengah ini dibuka secara resmi oleh Ketua TP-PKK Bangka Tengah, Eva Algafry. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam memperkuat peran perempuan di akar rumput, khususnya dalam bidang pendidikan anak usia dini dan pengelolaan informasi yang sehat.

Peningkatan kapasitas ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan merupakan respons terhadap kebutuhan nyata di lapangan. Ketua TP-PKK di tingkat desa dan kelurahan seringkali menjadi ujung tombak berbagai program pemerintah, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, pembekalan yang komprehensif menjadi krusial agar mereka dapat menjalankan peran dengan efektif.

Materi Utama: Penguatan PAUD dan Peran Bunda PAUD

Salah satu materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Eva Algafry menekankan bahwa Ketua TP-PKK desa, kelurahan, dan kecamatan secara otomatis berperan sebagai Bunda PAUD di wilayah masing-masing. Hal ini sejalan dengan program wajib belajar 13 tahun yang kini dimulai dari satu tahun pendidikan di PAUD atau TK. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mengajak masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya ke PAUD atau TK,” ujar Eva dalam keterangannya.

Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa partisipasi anak usia dini dalam pendidikan formal di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Di Bangka Tengah, angka partisipasi PAUD memang terus meningkat, namun masih terdapat anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan pra-sekolah karena berbagai faktor, seperti ekonomi, jarak, dan kesadaran orang tua. Dengan memperkuat kapasitas Bunda PAUD, diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan yang aktif mensosialisasikan pentingnya PAUD kepada masyarakat.

AspekSebelum KegiatanSetelah Kegiatan
Pemahaman Kurikulum PAUDTerbatasMeningkat signifikan
Kemampuan SosialisasiKurang terstrukturTerarah dan efektif
Jaringan dengan PAUDLemahTerbangun dan solid

Literasi Informasi: Menangkal Hoaks di Era Digital

Selain PAUD, kegiatan ini juga membekali peserta dengan kemampuan menyaring informasi. Di era digital yang dibanjiri informasi, kemampuan literasi digital menjadi sangat penting. Eva Algafry mengingatkan bahwa para ketua TP-PKK harus bijak dalam menerima informasi dan tidak langsung menyebarkannya. “Jika tidak disaring dengan baik, hal itu justru dapat menjadi bumerang bagi kita,” tegasnya.

Materi ini relevan mengingat maraknya hoaks yang beredar di masyarakat, terutama di grup-grup WhatsApp dan media sosial. Ketua TP-PKK yang merupakan tokoh masyarakat seringkali menjadi referensi bagi warga. Jika mereka tidak kritis, hoaks dapat dengan mudah menyebar dan menimbulkan keresahan. Oleh karena itu, pembekalan ini diharapkan dapat menciptakan agen literasi informasi di setiap desa dan kelurahan.

  • Mengidentifikasi ciri-ciri berita hoaks: judul provokatif, sumber tidak jelas, ajakan menyebarkan.
  • Langkah verifikasi: cek sumber, cek fakta di situs resmi, gunakan aplikasi cek hoaks.
  • Etika penyebaran informasi: konfirmasi sebelum share, tidak menyebarkan informasi yang belum pasti.

Parenting: Pola Asuh Anak oleh Psikolog

Materi ketiga yang disampaikan adalah tentang pola asuh anak (parenting) yang dibawakan langsung oleh seorang psikolog. Topik ini sangat relevan mengingat peran ganda Ketua TP-PKK sebagai ibu rumah tangga sekaligus pemimpin di komunitas. Psikolog memberikan wawasan tentang perkembangan anak, teknik komunikasi efektif, dan cara mendisiplinkan anak tanpa kekerasan.

Pola asuh yang tepat sangat mempengaruhi perkembangan mental dan emosional anak. Dengan pemahaman yang lebih baik, para Ketua TP-PKK tidak hanya dapat menerapkannya di keluarga sendiri, tetapi juga menjadi konselor bagi ibu-ibu lain di wilayahnya. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam menekan angka stunting dan kekerasan pada anak.

Dampak dan Implikasi Kegiatan

Kegiatan peningkatan kapasitas ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Pertama, di bidang pendidikan, diharapkan angka partisipasi PAUD di Bangka Tengah akan meningkat, sehingga kesiapan anak masuk SD menjadi lebih baik. Kedua, dengan literasi informasi yang lebih baik, masyarakat akan lebih tahan terhadap hoaks, terutama menjelang pemilu atau isu-isu sensitif. Ketiga, pola asuh yang lebih baik akan berkontribusi pada terciptanya generasi yang lebih sehat secara mental dan emosional.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat jejaring antar TP-PKK di berbagai tingkatan. Kolaborasi dan pertukaran pengalaman antar desa dan kecamatan dapat terjadi, sehingga praktik baik dapat direplikasi. Pemerintah daerah juga dapat memantau secara lebih efektif implementasi program-program PKK di lapangan.

Penutup

Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, para Ketua TP-PKK Desa, Kelurahan, dan Kecamatan se-Bangka Tengah tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga semangat baru untuk mengabdi kepada masyarakat. Dengan bekal pemahaman tentang PAUD, literasi informasi, dan pola asuh anak, mereka kini lebih siap menghadapi tantangan di era modern. Dina, salah satu peserta, mengungkapkan kegembiraannya: “Apa yang kita peroleh dari narasumber hari ini sangat banyak, yang pasti akan sangat bermanfaat bagi kita, dan relevan sekali diterapkan di wilayah kami masing-masing.” Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, sehingga kualitas sumber daya manusia di akar rumput semakin meningkat, dan pada akhirnya membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bangka Tengah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *