Disperpusip Kota Batu Hadirkan Beragam Program Literasi Selama Libur Sekolah

Disperpusip Kota Batu Hadirkan Beragam Program Literasi Selama Libur Sekolah

Suara Pecari, Batu – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu meluncurkan serangkaian program literasi, edukasi, dan kreativitas untuk mengisi liburan sekolah anak-anak dan masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya menyediakan tempat membaca, tetapi juga mengubah perpustakaan menjadi pusat kegiatan yang interaktif dan menyenangkan. Dengan dua lokasi utama, yaitu Perpustakaan Umum Daerah Kota Batu di Jalan Kartini dan Layanan Perpustakaan Hutan Kota di Jalan Sultan Agung, Disperpusip berupaya menjadikan perpustakaan sebagai destinasi favorit selama masa liburan.

Mengoptimalkan Perpustakaan sebagai Ruang Edukatif dan Rekreatif

Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Kota Batu, Ernawati Wahyuningsih, menjelaskan bahwa kedua perpustakaan tersebut telah disiapkan untuk menjadi lebih dari sekadar tempat membaca. “Selama masa libur sekolah, kami mengoptimalkan perpustakaan sebagai ruang belajar, ruang berkegiatan, dan tempat rekreasi edukatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya, Selasa (22/7/2026). Konsep ini diharapkan mampu menarik minat anak-anak dan keluarga untuk menghabiskan waktu luang dengan aktivitas yang bermanfaat.

Perpustakaan Umum Daerah di Jalan Kartini, misalnya, kini dilengkapi dengan area baca yang nyaman, sudut kreativitas, dan ruang multimedia. Sementara itu, Layanan Perpustakaan Hutan Kota menawarkan suasana alam yang asri, cocok untuk kegiatan outdoor seperti membaca di taman atau diskusi kelompok. Kedua lokasi ini buka setiap hari selama liburan dengan jam operasional yang diperpanjang.

Program Unggulan: Lomba Resensi Buku dan Pelatihan MC

Salah satu program unggulan yang diselenggarakan adalah Lomba Resensi Buku, yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah di Kota Batu. Sebelum lomba, Disperpusip memberikan pembekalan tentang teknik menulis resensi yang baik, mulai dari cara memahami isi buku, mengidentifikasi pesan utama, hingga menyusun ulasan yang menarik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca sekaligus melatih kemampuan analitis dan menulis anak-anak.

Selain lomba resensi, Disperpusip juga mengadakan Pelatihan Master of Ceremony (MC) bagi anak-anak. Pelatihan yang berlangsung pada Sabtu lalu di Perpustakaan Umum Daerah Jalan Kartini ini diikuti oleh 30 peserta usia 8-12 tahun. Dalam pelatihan tersebut, anak-anak diajarkan teknik berbicara di depan umum, penguasaan panggung, serta cara mengelola rasa gugup. “Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga percaya diri dalam berkomunikasi,” tambah Ernawati.

Jadwal Kegiatan Disperpusip Kota Batu Selama Libur Sekolah
TanggalKegiatanLokasiPeserta
20 Juli 2026Pelatihan MCPerpustakaan Umum Daerah30 anak
22-24 Juli 2026Lomba Resensi BukuPerpustakaan Hutan Kota50 peserta
25-27 Juli 2026Workshop Kreativitas (membuat kerajinan tangan)Perpustakaan Umum DaerahTerbuka untuk umum
28-30 Juli 2026Bincang Buku bersama penulis lokalPerpustakaan Hutan KotaTerbuka untuk umum

Dampak Positif bagi Masyarakat Kota Batu

Kehadiran program-program ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap budaya literasi di Kota Batu. Dengan mengisi liburan dengan kegiatan produktif, anak-anak tidak hanya terhindar dari kebosanan, tetapi juga mengembangkan keterampilan baru. Orang tua pun merasa terbantu karena memiliki alternatif tempat yang aman dan edukatif untuk anak-anak mereka.

Selain itu, program ini juga mendukung visi Kota Batu sebagai kota cerdas (smart city) yang mengedepankan pendidikan dan inovasi. Perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang kuno, melainkan sebagai pusat komunitas yang dinamis. Diharapkan, partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi akan meningkat, dan pada akhirnya mampu meningkatkan indeks literasi di daerah tersebut.

Implikasi bagi Pemerintah Daerah dan Pihak Terkait

Inisiatif Disperpusip Kota Batu dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam mengoptimalkan perpustakaan sebagai sarana edukasi non-formal. Keberhasilan program ini bergantung pada dukungan penuh dari pemerintah daerah, baik dari segi anggaran maupun sumber daya manusia. Pelibatan komunitas lokal, seperti penulis, pendidik, dan relawan, juga menjadi kunci sukses.

Ke depan, Disperpusip berencana untuk memperluas jangkauan program ke sekolah-sekolah dan kelurahan-kelurahan di Kota Batu. Program serupa juga akan diadakan secara berkala, tidak hanya saat liburan, tetapi juga pada akhir pekan dan hari besar nasional. Dengan demikian, perpustakaan dapat terus menjadi pusat kegiatan yang bermanfaat sepanjang tahun.

Penutup

Di tengah arus digitalisasi yang semakin deras, perpustakaan tetap memiliki peran vital dalam membangun generasi yang gemar membaca dan berpikir kritis. Disperpusip Kota Batu telah membuktikan bahwa dengan kreativitas dan inovasi, perpustakaan bisa menjadi tempat yang menyenangkan dan mendidik. Melalui program literasi, edukasi, dan kreativitas, anak-anak tidak hanya mengisi liburan, tetapi juga menabung ilmu dan keterampilan untuk masa depan mereka. Semoga langkah ini menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa, sehingga budaya literasi di Indonesia semakin mengakar kuat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *