Dirut RRI Tegaskan Peran Strategis Lembaga dalam Pendidikan Karakter Bangsa di Era Digital

Dirut RRI Tegaskan Peran Strategis Lembaga dalam Pendidikan Karakter Bangsa di Era Digital

Suara Pecari | Jakarta, RRI.CO.ID – Direktur Utama Radio Republik Indonesia (RRI), Hendrasmo, secara tegas menyatakan bahwa RRI tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, melainkan juga memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pendidikan karakter bangsa. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara Festival Gita Indonesia 2026 yang digelar di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. Menurut Hendrasmo, sebagai Lembaga Penyiaran Publik, RRI harus menjadi motor penggerak nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi dan globalisasi digital.

RRI: Lebih dari Sekadar Penyiar Informasi

Dalam pidatonya, Hendrasmo menekankan bahwa RRI memiliki peran multidimensional. “Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, RRI memiliki tanggung jawab untuk tidak menyampaikan informasi saja tetapi juga menjadi penggerak pendidikan karakter bangsa,” ucapnya. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang menyebutkan bahwa lembaga penyiaran publik harus turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperkuat identitas nasional. RRI, dengan jaringan siaran yang menjangkau seluruh pelosok Nusantara, menjadi salah satu garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai Pancasila, kebinekaan, dan semangat persatuan.

Strategi Digital untuk Edukasi Karakter

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, RRI tidak hanya mengandalkan siaran radio konvensional. Hendrasmo mengungkapkan bahwa berbagai platform digital milik RRI, seperti RRI.co.id, aplikasi RRI Play, dan media sosial resmi, dimanfaatkan secara maksimal untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. “Kami ingin nilai-nilai luhur bangsa ini tidak hanya didengar, tetapi juga diakses dengan mudah melalui gawai mereka,” jelasnya. Strategi ini menjadi krusial mengingat penetrasi internet di Indonesia yang terus meningkat, dengan pengguna mencapai lebih dari 200 juta jiwa pada tahun 2026.

PlatformJangkauan (Estimasi)Konten Unggulan
Siaran Radio (FM/AM)Seluruh Indonesia (98% wilayah)Berita, Talkshow, Musik Daerah
RRI.co.id5 juta pengunjung/bulanArtikel Edukasi, Podcast
RRI Play App10 juta unduhanStreaming, Konten Interaktif
Media Sosial20 juta pengikutInfografis, Video Pendek

Tantangan Era Digital: Hoaks dan Intoleransi

Hendrasmo juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia di era digital. Menurutnya, fenomena hoaks, intoleransi, disrupsi informasi, dan menurunnya semangat kebangsaan menjadi pengingat bahwa upaya penguatan karakter bangsa harus terus dilakukan. “Fenomena hoaks, intoleransi, disrupsi, menurunnya semangat kebangsaan menjadi pengingat, peneguhan, bahwa kita memang perlu semakin memperkuat nilai persatuan. Kita harus memperjuangkan terus-menerus dan mewariskannya kepada generasi muda,” tegasnya. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa pada tahun 2025, terdapat lebih dari 1.500 konten hoaks yang beredar, sebagian besar terkait isu SARA dan politik. Oleh karena itu, RRI berkomitmen untuk menjadi benteng informasi yang terverifikasi dan menanamkan literasi digital kepada masyarakat.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat

Peran RRI dalam pendidikan karakter bangsa memiliki dampak yang luas. Pertama, masyarakat, terutama di daerah terpencil, mendapatkan akses terhadap konten edukatif yang memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Kedua, generasi muda yang rentan terhadap pengaruh negatif globalisasi dapat lebih mudah menyerap pesan-pesan persatuan melalui platform digital yang mereka gunakan sehari-hari. Ketiga, sinergi antara RRI dengan lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dapat menciptakan ekosistem pendidikan karakter yang lebih solid. Implikasi kebijakan juga terlihat: RRI diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam program-program seperti penguatan profil pelajar Pancasila dan kampanye toleransi.

Festival Gita Indonesia 2026: Ruang Kolaborasi Seni dan Kebangsaan

Salah satu wujud nyata komitmen RRI adalah penyelenggaraan Festival Gita Indonesia 2026. Acara ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang memadukan semangat kebangsaan dengan ekspresi seni modern. Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan musik, tari, dan teater dari seluruh Indonesia, serta diskusi interaktif tentang nilai-nilai Pancasila. “Melalui kegiatan ini, kami berharap nilai-nilai Pancasila dan persatuan dapat terus ditanamkan kepada generasi muda dengan cara yang kreatif dan relevan,” kata Hendrasmo. Festival ini juga menjadi ajang bagi seniman muda untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap tanah air melalui karya seni.

Kronologi Peristiwa

  • Kamis, 11 Juni 2026: Festival Gita Indonesia 2026 dibuka di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI Jakarta. Dirut RRI Hendrasmo menyampaikan pidato kunci tentang peran RRI dalam pendidikan karakter bangsa.
  • Juni 2026 – Agustus 2026: Rangkaian acara festival berlangsung di berbagai kota, melibatkan komunitas seni dan pelajar.
  • September 2026: Puncak acara di Jakarta, dengan penampilan artis nasional dan penghargaan bagi pegiat pendidikan karakter.

Dengan berbagai inisiatif ini, RRI membuktikan bahwa lembaga penyiaran publik mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai pilar bangsa. Di tengah gempuran informasi yang sering kali menyesatkan, RRI hadir sebagai oase yang menyejukkan dan memperkuat karakter generasi penerus. Pendidikan karakter bukanlah sekadar program, melainkan sebuah perjuangan berkelanjutan yang harus diwariskan dari generasi ke generasi. Dan RRI, dengan seluruh jaringannya, siap menjadi garda terdepan dalam perjuangan itu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan