Kesal Diolok, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bakar Ruang Rapat
Suara Pecari, Kutai Kartanegara – Kebakaran terjadi di ruang rapat lantai 3 Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara pada Selasa pagi, 11 Agustus 2026. Api diduga dipicu oleh seorang pegawai yang merasa kesal karena sering menjadi bahan olokan dan di-bully oleh rekan kerjanya.
Pelaku, MFA, berstatus tenaga pihak ketiga dari PT Widya Persada dan bekerja sebagai operator command center di Diskominfo Kukar. Dari hasil penyelidikan polisi, MFA membawa bahan bakar jenis Pertalite sekitar Rp 30-40 ribu yang dimasukkan ke dalam galon air mineral sebelum disiramkan dan dibakar di ruang rapat.
Motif Pembakaran
Polisi menduga tindakan itu dilakukan sebagai luapan emosi MFA yang merasa menjadi sasaran olokan di lingkungan kerja. Foto MFA disebut-sebut diambil secara diam-diam oleh rekan kerjanya, kemudian dibagikan ke grup chat dan dijadikan bahan candaan serta stiker WhatsApp, yang membuat MFA merasa di-bully.
Penanganan dan Proses Hukum
Api berhasil dipadamkan oleh pegawai dan petugas keamanan sebelum meluas, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. MFA kemudian diamankan oleh polisi dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang, menyatakan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung untuk mendalami kronologi dan motif secara rinci.
Tim Inafis Polres Kukar juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti berupa sisa galon yang digunakan untuk pembakaran. Polisi telah memeriksa beberapa saksi terkait peristiwa ini.
Konteks dan Dampak
Peristiwa ini menjadi perhatian karena mencerminkan masalah hubungan interpersonal di lingkungan kerja yang berujung pada tindakan kriminal. Kasus ini juga menyoroti pentingnya menciptakan suasana kerja yang sehat dan menghargai hak pribadi setiap pegawai agar tidak menimbulkan konflik dan stres berlebihan.
Diskominfo Kukar kini fokus pada pemulihan fasilitas yang terdampak serta mendukung proses hukum yang berjalan agar kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan transparan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi instansi pemerintahan untuk lebih peka terhadap dinamika sosial di tempat kerja guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










