Kontak Senjata di Intan Jaya, TNI Klaim 4 Anggota OPM Tewas dan Sejumlah Senjata Disita
Suara Pecari, Intan Jaya – Kontak senjata terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Jumat dini hari, 25 September 2026, antara pasukan TNI dan kelompok yang disebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Daniel Aibon Kogoya. TNI menyatakan empat anggota OPM tewas dalam insiden tersebut.
Fakta Utama Kontak Senjata
Menurut keterangan resmi dari Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, peristiwa bermula ketika Timsus Yonif 315 Garuda bersama Tim Taipur Koops TNI Habema mendeteksi pergerakan kelompok OPM yang diduga hendak memasuki kawasan permukiman warga. Deteksi dilakukan melalui pemantauan pesawat nirawak atau drone.
Aparat TNI kemudian mendatangi lokasi di Kampung Done Balogo, Distrik Agisiga. Upaya persuasif sempat dilakukan sebelum terjadinya baku tembak karena kelompok OPM melepaskan tembakan terlebih dahulu. Dalam kontak senjata tersebut, empat anggota OPM dilaporkan tewas, sementara anggota lainnya melarikan diri ke hutan. Tidak ada prajurit TNI yang terluka.
Barang Bukti yang Diamankan
Dari lokasi kejadian, TNI mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kelompok OPM, antara lain:
- Satu senapan serbu SS 2 V4 beserta puluhan butir amunisi
- Satu senapan modifikasi merek Shap Inova
- Lima busur panah
- Enam parang panjang
- Tiga bilah pisau
- Satu buku tabungan Bank Papua atas nama HH
- Enam unit telepon seluler
- Satu Bendera Bintang Kejora
Konteks dan Signifikansi Insiden
Kontak senjata ini merupakan bagian dari operasi TNI untuk mencegah kelompok separatis OPM menyebarkan teror dan mengganggu keamanan masyarakat di wilayah Intan Jaya. Deteksi menggunakan teknologi drone memperlihatkan peningkatan kemampuan aparat dalam memantau pergerakan kelompok bersenjata di wilayah Papua yang selama ini rawan konflik.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak OPM terkait insiden ini. Pihak TNI terus memantau situasi dan memastikan keamanan di sekitar wilayah terdampak. Keberhasilan operasi ini diharapkan dapat menekan aktivitas kelompok separatis dan melindungi warga dari ancaman kekerasan.
Dampak dan Perkembangan Selanjutnya
Operasi gabungan TNI di Intan Jaya menunjukkan komitmen aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di Papua. Penindakan tegas terhadap kelompok bersenjata diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif bagi masyarakat dan mendukung pembangunan di daerah tersebut.
Pemantauan situasi akan terus dilakukan untuk mencegah potensi konflik berulang dan memastikan bahwa aparat keamanan dapat merespons secara cepat dan tepat terhadap segala ancaman di wilayah Intan Jaya dan sekitarnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










