Kakan Kemenag Nisel Buka Pelatihan PPD Program KREASI: Dorong Kepala Sekolah Tingkatkan Literasi dan Numerasi
Pembukaan Pelatihan PPD oleh Kakan Kemenag Nisel
Suara Pecari, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan, Fadlin Gea, S.Pd., secara resmi membuka Pelatihan Pembelajaran Sejawat Bagi Fasilitator Kelompok atau Principal Professional Development (PPD) pada Rabu, 15 Juli 2026. Acara yang diselenggarakan oleh Program KREASI Save the Children ini berlangsung selama dua hari, hingga Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Hotel Yonas, Teluk Dalam. Pelatihan ini diikuti oleh delapan kepala sekolah dari sekolah mitra yang telah terpilih dari 30 sekolah dampingan KREASI di Kabupaten Nias Selatan.
Dalam sambutannya, Fadlin Gea menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Program KREASI yang konsisten mendukung peningkatan mutu pendidikan di Nias Selatan. Ia mengungkapkan bahwa saat melakukan monitoring dan evaluasi di madrasah tingkat MI dan MTsN, banyak pihak yang merasa kehilangan ketika kegiatan KREASI sempat vakum. “Menurut mereka, banyak hal yang telah diberikan KREASI selama kebersamaan di tahun sebelumnya,” ungkap Fadlin Gea, menekankan betapa pentingnya keberlanjutan program ini.
Pelatihan PPD ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran, terutama dalam mengelola kelompok kerja guru dan menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman (BSAN). Fadlin Gea berharap program BSAN dapat diaplikasikan secara optimal di sekolah dampingan, serta ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan kepada rekan sejawat. Dengan demikian, upaya meningkatkan literasi dan numerasi bagi anak-anak di Kabupaten Nias Selatan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Latar Belakang Program KREASI di Nias Selatan
Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) merupakan inisiatif Save the Children yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dasar, khususnya literasi dan numerasi, di daerah-daerah tertinggal. Nias Selatan menjadi salah satu kabupaten sasaran karena angka partisipasi sekolah dan capaian pembelajaran yang masih perlu ditingkatkan. Data dari Dinas Pendidikan setempat menunjukkan bahwa tingkat literasi siswa kelas awal masih di bawah rata-rata provinsi, sehingga intervensi seperti pelatihan kepala sekolah dan guru sangat krusial.
Program ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun sistem pendukung seperti kelompok kerja guru (KKG) dan kelompok kerja kepala sekolah (KKKS). Pelatihan PPD yang baru digelar merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperkuat peran kepala sekolah sebagai fasilitator pembelajaran sejawat. Dengan model pembelajaran sejawat, kepala sekolah diharapkan mampu mendampingi guru-guru di sekolahnya dalam menerapkan praktik baik pembelajaran.
Kronologi dan Detail Pelatihan
Pelatihan PPD berlangsung selama dua hari dengan agenda yang padat. Berikut adalah jadwal kegiatan yang telah dilaksanakan:
| Hari | Tanggal | Kegiatan |
|---|---|---|
| Rabu | 15 Juli 2026 | Pembukaan oleh Kakan Kemenag; Sesi 1: Konsep Pembelajaran Sejawat; Sesi 2: Peran Fasilitator Kelompok |
| Kamis | 16 Juli 2026 | Sesi 3: Praktik Fasilitasi; Sesi 4: Rencana Tindak Lanjut; Penutupan |
Materi pelatihan disusun oleh tim fasilitator Program KREASI yang berpengalaman. Para peserta juga mendapatkan modul dan panduan yang dapat digunakan sebagai referensi di sekolah masing-masing. Selain itu, diskusi kelompok dan simulasi menjadi metode utama untuk memastikan pemahaman yang mendalam.
Dampak dan Implikasi bagi Pendidikan di Nias Selatan
Pelatihan PPD ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi sistem pendidikan di Nias Selatan. Beberapa implikasi positif yang diantisipasi antara lain:
- Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah: Kepala sekolah yang terlatih akan lebih mampu memimpin proses pembelajaran dan membimbing guru dalam menerapkan strategi pengajaran yang efektif.
- Budaya Sekolah yang Lebih Aman dan Nyaman: Dengan implementasi BSAN, lingkungan belajar menjadi kondusif sehingga siswa dapat fokus pada pengembangan literasi dan numerasi.
- Efek Berganda Melalui Pembelajaran Sejawat: Ilmu yang diperoleh kepala sekolah dapat ditularkan kepada guru lain, menciptakan komunitas belajar yang berkelanjutan.
- Peningkatan Literasi dan Numerasi: Target akhir dari program ini adalah meningkatnya kemampuan membaca, menulis, dan berhitung siswa, yang menjadi fondasi pendidikan selanjutnya.
Menurut data Kementerian Pendidikan, Kabupaten Nias Selatan termasuk dalam kategori daerah dengan tantangan akses dan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, intervensi yang terstruktur seperti pelatihan PPD ini sangat penting untuk mempercepat pencapaian target SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Fadlin Gea berharap seluruh program KREASI yang direncanakan tahun ini dapat terlaksana dengan baik. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Save the Children dan semua pihak yang telah mendukung pelatihan ini. Ke depan, para kepala sekolah peserta pelatihan diharapkan menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, serta mendorong partisipasi aktif orang tua dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak.
Pelatihan PPD ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang menuju pendidikan yang lebih berkualitas di Nias Selatan. Dengan komitmen bersama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sekolah, cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud, satu langkah kecil dari pelatihan ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










