Pelatihan Klasifikasi Disabilitas Fisik Nasional Diikuti 45 Peserta di Solo

Pelatihan Klasifikasi Disabilitas Fisik Nasional Diikuti 45 Peserta di Solo

Suara Pecari | Sebanyak 45 peserta dari 17 provinsi mengikuti pelatihan klasifikasi olahraga disabilitas fisik yang diselenggarakan di Kota Solo. Acara ini diadakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai tanggal 19 Mei hingga 22 Mei 2026, dan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dalam mencari bibit atlet potensial untuk ajang olahraga internasional.

Pelatihan ini juga bekerja sama dengan National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pelatihan teknis bagi tenaga medis. Peserta yang mengikuti pelatihan diwajibkan memiliki latar belakang sebagai fisioterapis atau dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik.

Dr. dr. Retno Setianing, salah satu pemateri, menyatakan pentingnya klasifikasi dalam proses pembinaan atlet. Dia menjelaskan bahwa sering kali atlet yang sudah dilatih dengan baik tidak memenuhi syarat klasifikasi, sehingga proses pembinaan menjadi sia-sia.

Baca juga:

Retno menekankan bahwa keberadaan klasifikator yang kompeten sangat penting untuk memastikan setiap calon atlet memenuhi syarat fisik sebelum mengikuti pelatihan lebih lanjut. Dengan meningkatnya jumlah tenaga ahli, diharapkan pemeriksaan awal terhadap penyandang disabilitas di daerah dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Baca juga:

Peserta juga melakukan praktik lapangan di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) yang terletak di Kabupaten Karanganyar. Mereka diwajibkan mengikuti ujian akhir untuk membuktikan kompetensi sebagai pengklasifikasi resmi di tingkat provinsi masing-masing.

Baca juga:

“Setelah proses ini, mereka harus lolos ujian, karena ini adalah tanggung jawab yang besar di daerah masing-masing,” ujar Retno. Pelatihan ini difokuskan pada perwakilan dari Indonesia bagian barat, termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan, dengan rencana pelatihan tahap kedua untuk kawasan Indonesia Timur yang akan diadakan pada bulan September mendatang.

Baca juga:

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menegaskan bahwa penambahan tenaga klasifikator sangat diperlukan untuk memperkuat kesiapan kontingen Indonesia dalam ajang internasional mendatang. Leny Kurnia, Plt Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora, juga mengungkapkan pentingnya memperbanyak pelatih klasifikasi disabilitas.

Baca juga:

Dia berharap para peserta pelatihan dapat meneruskan ilmu yang didapat kepada rekan-rekan di daerah mereka yang belum mengikuti pelatihan. Sistem klasifikasi ini sangat penting untuk memastikan semua atlet dapat bersaing secara adil sesuai dengan kategori yang ditetapkan berdasarkan jenis hambatan fisik mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan