Karhutla 108 Hektare di Pulau Rupat Riau Berhasil Dipadamkan oleh Tim Manggala Agni

Karhutla 108 Hektare di Pulau Rupat Riau Berhasil Dipadamkan oleh Tim Manggala Agni

Suara Pecari | Pekanbaru – Kabar baik datang dari Riau di mana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 108 hektare di Pulau Rupat akhirnya berhasil dipadamkan. Peristiwa Karhutla 108 Hektare di Pulau Rupat Riau Berhasil Dipadamkan LPP RRI ini menjadi sorotan karena operasi pemadaman melibatkan personel dari berbagai daerah. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan bekerja keras selama beberapa hari untuk menuntaskan api di kawasan Tanjung Kapal, Kabupaten Bengkalis.

Operasi pemadaman yang dilakukan sejak awal pekan lalu melibatkan personel Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Siak yang diperkuat tim bantuan dari Kota Jambi dan Muara Tebo, Jambi. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengonfirmasi bahwa pada Senin sore kebakaran telah berhasil dipadamkan secara tuntas. “Puji syukur pada Senin sore kebakaran telah berhasil dipadamkan secara tuntas, tim Manggala Agni dari Daops Siak, Kota Jambi, dan Muara Tebo hari ini mulai melakukan demobilisasi,” ujarnya pada Selasa, 9 Juni 2026. Keberhasilan Karhutla 108 Hektare di Pulau Rupat Riau Berhasil Dipadamkan LPP RRI ini menjadi bukti sinergi antar daerah dalam menangani bencana karhutla.

Ferdian menjelaskan bahwa operasi pemadaman dilakukan di tiga sektor untuk memastikan seluruh titik api dan sisa bara benar-benar padam. Tim gabungan menyisir area terdampak sekaligus memperkuat sekat-sekat pemadaman guna mencegah potensi kebakaran kembali muncul. Pada salah satu sektor, tim Daops Siak dan Kota Jambi melakukan penyisiran menyeluruh dengan memperdalam sekat hingga ke bagian tengah area kebakaran. Sementara di sektor lainnya, personel Daops Siak dan Muara Tebo menerapkan strategi estafet air menggunakan collapsible tank dan bentangan selang sepanjang 40 roll untuk menjangkau titik api yang sulit diakses. “Mereka melaksanakan pemadaman dengan strategi estafet air hingga mencapai titik api terakhir. Hasilnya, seluruh sektor berhasil dituntaskan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama banyaknya pohon tumbang yang menghambat akses petugas menuju lokasi titik api. Selain itu, tantangan juga muncul dari kondisi akses, keterbatasan sarana pendukung, serta kebutuhan logistik selama operasi berlangsung. Meski demikian, upaya pemadaman terbantu oleh dukungan alat berat milik perusahaan yang digunakan untuk membuka jalur akses sekaligus membuat embung sebagai sumber pasokan air bagi tim pemadam. Keberhasilan Karhutla 108 Hektare di Pulau Rupat Riau Berhasil Dipadamkan LPP RRI ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak.

Ferdian mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam operasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan pemadaman menjadi hasil sinergi berbagai unsur dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau. Dengan padamnya karhutla di Tanjung Kapal, tim kini tetap melakukan pemantauan guna memastikan tidak ada titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan. Masyarakat di sekitar Pulau Rupat diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, mengingat musim kemarau masih berlangsung.

Keberhasilan Karhutla 108 Hektare di Pulau Rupat Riau Berhasil Dipadamkan LPP RRI ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan perusahaan swasta terbukti efektif dalam menangani karhutla. Ke depan, diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dapat terus ditingkatkan agar kerusakan lingkungan dan kerugian ekonomi dapat diminimalkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan