Rangkaian Gempa Guncang Indonesia: Bogor, Banyumas, Sumba, dan Kupang Alami Getaran pada 27 Juli 2026
Suara Pecari, Indonesia kembali diguncang serangkaian gempa bumi pada Senin, 27 Juli 2026. Mulai dari gempa kecil di Jawa hingga gempa signifikan di Nusa Tenggara Timur (NTT), aktivitas seismik ini menjadi perhatian warga dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Gempa di Jawa Barat dan Jawa Tengah
Pada pukul 17.32 WIB, gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,4 mengguncang Kota Bogor, Jawa Barat. Menurut BMKG, pusat gempa berada di darat pada kedalaman 14 kilometer, tepatnya 28 kilometer barat daya Kota Bogor. Getaran ini termasuk gempa dangkal yang terasa lemah di sekitar episenter. Sementara itu, di Jawa Tengah, gempa dengan magnitudo serupa terjadi pukul 14.38 WIB. Episenter gempa berada 22 kilometer barat laut Kabupaten Banyumas dengan kedalaman 17 kilometer. BMKG menegaskan bahwa informasi awal ini mengutamakan kecepatan dan dapat berubah seiring kelengkapan data.
Gempa di NTT: Sumba Barat Daya dan Kupang
Tidak hanya di Jawa, NTT juga mengalami dua gempa pada hari yang sama. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 2,5 terjadi pukul 13.33 WITA di wilayah tenggara Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 25 kilometer. Gempa ini tergolong kecil dan tidak menimbulkan kerusakan. Namun, gempa yang lebih besar mengguncang Kupang pada Minggu malam, 26 Juli 2026, pukul 19.00 WITA. Gempa bumi magnitudo 5,3 ini berpusat di darat, 19 kilometer barat daya Kupang, dengan kedalaman 26 kilometer. Meskipun tidak berpotensi tsunami, gempa ini menyebabkan kerusakan pada Plafon Puskesmas Bati di Desa Nefokoko, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Dampak Gempa M 5,3 di TTS
Kepala Dinas Kesehatan TTS, Ria Tahu, melaporkan bahwa plafon Puskesmas Bati rusak dan sebagian roboh akibat gempa. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka-luka. Pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa pada Senin, setelah jaringan listrik yang sempat terputus diperbaiki oleh PLN. Gedung puskesmas yang masih dalam masa pemeliharaan akan segera diperbaiki oleh pihak pembangun. Kejadian ini mengingatkan pentingnya konstruksi tahan gempa, terutama di daerah rawan gempa.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan menerapkan langkah-langkah keselamatan saat terjadi gempa. Serangkaian gempa pada 27 Juli 2026 menunjukkan bahwa Indonesia, yang terletak di jalur Cincin Api Pasifik, harus selalu waspada terhadap ancaman gempa bumi. Mitigasi bencana dan edukasi publik menjadi kunci untuk mengurangi risiko dampak gempa di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










