INALUM Dorong Jurnalisme Lingkungan: IN-Journal Chapter II Sukses Hadirkan 65 Karya Jurnalistik
Suara Pecari, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM kembali membuktikan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui penyelenggaraan IN-Journal Chapter II. Kompetisi jurnalistik yang mengusung tema “Menulis Jejak untuk Bumi” ini berhasil menjaring 65 karya dari 53 jurnalis di Sumatera Utara. Acara puncak pengumuman pemenang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, di Jakarta. Tidak sekadar lomba menulis, IN-Journal menjadi wadah kolaborasi antara perusahaan dan insan media untuk memperkuat literasi publik tentang isu-isu lingkungan.
Latar Belakang: Mengapa Jurnalisme Lingkungan?
Sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis berbasis sumber daya alam, INALUM menyadari bahwa keberlanjutan tidak bisa hanya diwujudkan melalui program konservasi di lapangan. Dibutuhkan penyebarluasan informasi yang akurat, edukatif, dan mampu menggerakkan kepedulian masyarakat. Media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga lingkungan. IN-Journal hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, sekaligus memperkuat relasi antara perusahaan dengan para jurnalis.
Corporate Secretary INALUM, Mahyaruddin AR, menekankan bahwa kualitas karya yang terus meningkat menunjukkan besarnya kepedulian jurnalis terhadap isu lingkungan. “Kami berharap IN-Journal dapat terus menjadi ruang kolaborasi untuk menghadirkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga menginspirasi masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Partisipasi Luas dari Berbagai Daerah
Antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini sangat tinggi. Sebanyak 53 jurnalis dari berbagai daerah di Sumatera Utara mengirimkan 65 karya jurnalistik. Daerah asal peserta meliputi Medan, Batu Bara, Kisaran, Toba, Tebing Tinggi, Karo, Deli Serdang, Simalungun, Rantau Prapat, hingga Humbang Hasundutan. Keberagaman geografis ini mencerminkan perhatian luas terhadap isu konservasi di wilayah tersebut.
Karya-karya yang masuk mengangkat kisah nyata tentang rehabilitasi kawasan Danau Toba, konservasi mangrove di wilayah pesisir, pelestarian keanekaragaman hayati, serta berbagai inisiatif pelestarian lingkungan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dewan juri yang independen menilai setiap karya berdasarkan orisinalitas, kedalaman materi, akurasi data, kualitas penulisan, serta kesesuaian dengan tema.
Para Pemenang IN-Journal Chapter II
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, berikut adalah para pemenang IN-Journal Chapter II:
| Juara | Nama | Media | Judul Karya |
|---|---|---|---|
| I | Anisa Khairani Siregar | Desir.id | Lelaki Itu Menanam Sebelum Ada yang Peduli |
| II | Deddi Gunawan Hutajulu | Dailyklik.id | Mangrove Adalah Kehidupan |
| III | Zaim Dzaky Sanjaya | Mimbar Umum Online | Dari Akar Hingga Ombak, Jejak yang Menjaga Kehidupan |
| Harapan I | Putra Arissandi Sianipar | Batubarainfo.com | Benteng Hijau di Ujung Muara, Saat Mangrove Melindungi Kampung Nelayan dari Ancaman Abrasi |
| Harapan II | Olo Sirait | Metro-Online.co | PT INALUM Perkuat Program Konservasi |
Karya-karya pemenang menunjukkan pendekatan jurnalistik yang mendalam, menggali narasi dari akar rumput hingga kebijakan perusahaan. Tema konservasi yang diangkat sejalan dengan komitmen INALUM dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Komitmen INALUM pada Pelestarian Lingkungan
INALUM telah menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan yang konkret. Beberapa di antaranya adalah:
- Revegetasi wilayah operasi untuk memulihkan tutupan lahan.
- Pemantauan keanekaragaman hayati di sekitar area tambang dan pabrik.
- Konservasi flora dan fauna endemik, termasuk spesies langka.
- Pemeliharaan daerah aliran sungai untuk mencegah erosi dan menjaga kualitas air.
- Penanaman pohon di kawasan Daerah Tangkapan Air Danau Toba.
Sepanjang tahun 2025, INALUM telah menanam lebih dari 200.000 pohon di sejumlah wilayah sekitar Danau Toba dan Sumatera Utara. Selain itu, perusahaan juga menanam 15.000 bibit mangrove bersama masyarakat di Kabupaten Batu Bara. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dampak bagi Masyarakat dan Industri Media
IN-Journal Chapter II memberikan dampak positif berganda. Bagi masyarakat, karya-karya jurnalistik yang dihasilkan mampu meningkatkan kesadaran akan isu lingkungan dan mendorong partisipasi dalam program konservasi. Bagi insan media, kompetisi ini menjadi ajang pengembangan kapasitas dan apresiasi terhadap jurnalisme lingkungan yang berkualitas. Sementara itu, bagi INALUM, kolaborasi ini memperkuat citra perusahaan sebagai entitas yang bertanggung jawab secara lingkungan.
Keberhasilan penyelenggaraan IN-Journal Chapter II menjadi landasan bagi INALUM untuk menghadirkan edisi berikutnya. IN-Journal Chapter III direncanakan akan mengangkat tema hilirisasi, yang merupakan langkah strategis dalam pengembangan industri nasional. Tema ini dipilih untuk memperkaya pemahaman publik mengenai pentingnya konservasi, keberlanjutan, dan hilirisasi sebagai pilar pembangunan industri yang berdaya saing.
Dari sisi implikasi kebijakan, ajang ini mendorong sinergi antara dunia usaha, media, dan pemerintah dalam mengelola isu lingkungan. Program-program INALUM telah selaras dengan target nasional penurunan emisi karbon dan pembangunan rendah karbon. Melalui jurnalisme yang kritis namun konstruktif, diharapkan kebijakan konservasi dapat diimplementasikan lebih efektif.
Penutup Naratif
Di tengah gempuran isu perubahan iklim dan degradasi lingkungan, suara jurnalisme lingkungan menjadi semakin penting. IN-Journal Chapter II telah membuktikan bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk menggerakkan perubahan. Dari kisah seorang lelaki yang menanam sebelum ada yang peduli, hingga benteng hijau mangrove yang melindungi kampung nelayan — setiap narasi adalah jejak yang ditinggalkan untuk bumi. INALUM, melalui kolaborasi dengan insan media, terus menulis jejak itu: tidak hanya di atas kertas, tetapi di lahan-lahan yang kembali hijau dan di hati masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga alam.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










