Pabrik Pipa di Cikupa Tangerang Terbakar, Satu Karyawan Luka-luka

Pabrik Pipa di Cikupa Tangerang Terbakar, Satu Karyawan Luka-luka

Suara Pecari | Kebakaran hebat melanda gudang pipa paralon di Jalan Talaga Mas Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 14 Juni 2026. Api tidak hanya melalap bangunan milik PT Sanfu Plastic Indonesia, tetapi juga merambah enam gedung lainnya di kawasan tersebut. Peristiwa ini menyebabkan satu orang karyawan mengalami luka-luka dan kerugian material yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Kronologi Kebakaran

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 10.30 WIB oleh seorang karyawan yang melihat kepulan asap dari bagian belakang gudang penyimpanan pipa paralon. Dalam waktu singkat, api membesar dan menyebar dengan cepat ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Menurut Komandan Peleton (Danton) BPBD Kabupaten Tangerang, Amirudin, titik api pertama berada di bagian belakang gudang penyimpanan pipa paralon. “Karena angin kencang, api merambat ke enam bangunan dari tiga perusahaan yang ada di sini,” katanya.

Enam bangunan yang terbakar tersebut digunakan untuk berbagai aktivitas, antara lain penyimpanan pipa, produksi ikat rambut, dan pengolahan biji plastik. Kebakaran ini menyebabkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke angkasa, bahkan terlihat jelas dari jarak hingga 7,5 kilometer. Warga sekitar mengaku mendengar beberapa kali suara ledakan keras dari dalam area yang terbakar, yang diduga berasal dari tabung gas atau bahan mudah terbakar lainnya.

Upaya Pemadaman dan Kendala di Lapangan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mengerahkan 10 unit armada pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah. Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala serius, yaitu sulitnya menjangkau sumber air yang sangat minim di lokasi. “Kami kesulitan menjangkau sumber air yang sangat minim,” ujar Amirudin. Petugas terpaksa mengambil air dari sungai dan sumur bor di sekitar lokasi, namun debitnya tidak mencukupi untuk memadamkan api yang terus membesar.

Selain masalah air, angin kencang juga menjadi faktor yang mempercepat perambatan api. Petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra keras untuk mencegah api merambat ke permukiman penduduk yang berada tidak jauh dari lokasi pabrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun satu orang karyawan PT Sanfu Plastic Indonesia mengalami luka-luka di bagian lengan kanan. “Lukanya cukup serius, tetapi yang bersangkutan telah mendapatkan penanganan medis,” kata Amirudin.

Data Kerugian dan Dampak

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Tangerang masih melakukan pendataan kerugian material. Namun, dari luas area yang terbakar, diperkirakan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah. Berikut adalah rincian bangunan yang terbakar:

PerusahaanFungsi BangunanLuas Terbakar (m²)
PT Sanfu Plastic IndonesiaGudang penyimpanan pipa1.500
Perusahaan A (tidak disebutkan)Produksi ikat rambut800
Perusahaan B (tidak disebutkan)Pengolahan biji plastik1.200
Lainnya (3 bangunan)Campuran2.500

Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga oleh masyarakat sekitar. Aktivitas ekonomi di kawasan tersebut lumpuh sementara, dan warga diimbau untuk menjauh dari lokasi demi keselamatan. Selain itu, polusi udara akibat asap kebakaran juga mengganggu kesehatan warga, terutama mereka yang memiliki gangguan pernapasan.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyatakan, “Kami belum dapat memastikan atau mengetahui penyebabnya. Petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan.” Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik atau kelalaian dalam penyimpanan bahan mudah terbakar. Namun, hal ini masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut dari pihak kepolisian dan tim forensik.

Kebakaran di kawasan industri Cikupa ini menjadi pengingat akan pentingnya penerapan standar keselamatan kebakaran yang ketat di setiap pabrik. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan audit keselamatan secara berkala untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Tanggapan Pemerintah dan Langkah Selanjutnya

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui BPBD telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan bantuan kepada korban dan perusahaan yang terkena dampak. Selain itu, mereka juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem proteksi kebakaran di kawasan industri. “Kami akan mendata kerugian dan memastikan perusahaan-perusahaan di sini mematuhi standar keselamatan,” ujar Achmad Taufik.

Sementara itu, PT Sanfu Plastic Indonesia menyatakan akan bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan dan berkomitmen untuk memberikan kompensasi kepada karyawan yang terluka. Perusahaan juga akan melakukan perbaikan sistem keamanan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, risiko kebakaran semakin tinggi. Masyarakat dan pelaku industri diimbau untuk lebih waspada dan memastikan instalasi listrik serta penyimpanan bahan mudah terbakar dalam kondisi aman. Kejadian di Cikupa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas bekerja selama lebih dari 5 jam. Namun, bekas kehangusan dan asap yang masih mengepul menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya amukan si jago merah. Semoga peristiwa ini mendorong perbaikan sistem keselamatan di seluruh kawasan industri Indonesia, sehingga tragedi serupa tidak terulang kembali.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan