Gempa Palu Hari Ini: Momen Heroik Arciana Melahirkan di Tenda Darurat di Tengah Gempa Susulan

Gempa Palu Hari Ini: Momen Heroik Arciana Melahirkan di Tenda Darurat di Tengah Gempa Susulan

Suara Pecari | PALU, SULAWESI TENGAH – Hari ini, gempa Palu hari ini masih menyisakan duka dan perjuangan bagi warga terdampak. Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang berpusat di Kota Palu pada Selasa (16/6) lalu telah memicu serangkaian gempa susulan yang terus mengguncang wilayah Sigi dan sekitarnya. Hingga Jumat (19/6) pagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya dua gempa bumi signifikan yang mengguncang Sigi, yaitu gempa magnitudo 4,4 pada pukul 03.26 WIB dan gempa magnitudo 4,0 pada pukul 03.29 WIB. Kedua gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun cukup dirasakan oleh warga yang masih dalam masa tanggap darurat.

Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya kondusif, kisah heroik datang dari seorang ibu bernama Arciana. Warga Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi ini harus melahirkan anak ketiganya di tenda darurat pengungsian pada Selasa malam, hanya beberapa jam setelah gempa Palu hari ini pertama kali mengguncang. Arciana menceritakan bahwa ia tidak bisa dibawa ke rumah sakit karena akses jalan yang jauh dan kondisi yang belum aman. “Jam 11 gempa, pas jam delapan malam sudah melahirkan. Sudah tidak bisa lagi dibawa ke rumah sakit karena jauh. Waktu saya melahirkan itu masih gempa,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/6).

Proses persalinan dibantu oleh keluarga dan warga sekitar yang sigap. Bayi laki-laki yang lahir dengan selamat itu diberi nama Efker, yang dalam bahasa setempat berarti gempa. Nama tersebut dipilih sebagai pengingat akan peristiwa dahsyat yang mengiringi kelahirannya. Saat ini, Arciana dan bayinya masih bertahan di tenda darurat yang didirikan di samping rumahnya yang rusak akibat gempa.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa korban jiwa akibat gempa Palu hari ini bertambah menjadi tiga orang. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa satu korban tambahan ditemukan di bawah reruntuhan bangunan. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, SAR, dan relawan terus melakukan evakuasi darurat, mendirikan tenda pengungsian, serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, telah meminta jajaran pemerintah daerah untuk memberikan penanganan maksimal, terutama bagi ibu dan bayi seperti Arciana. “Ini semua yang harus kita pastikan, saya minta Pak Bupati Sigi, Dinas Kesehatan kabupaten/provinsi berkoordinasi supaya kesehatan bayi-bayi kita, balita kita terjaga,” tegas Anwar saat meninjau lokasi pengungsian di Sigi.

Meski gempa susulan masih terjadi, warga berusaha tetap tenang dan waspada. BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau tidak stabil. Perjuangan Arciana menjadi simbol ketangguhan warga Sigi dalam menghadapi bencana. Semoga bantuan dan perhatian terus mengalir untuk mereka yang membutuhkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan