Operasi SAR KM Mutiara Sentosa 2 Resmi Ditutup Setelah Evakuasi 238 Korban
Suara Pecari, Surabaya – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menghentikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) khusus terkait kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura. Keputusan ini diambil setelah seluruh 238 orang yang berada di kapal berhasil terdata, terdiri dari 233 korban selamat dan lima korban meninggal dunia.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa operasi SAR khusus telah dialihkan menjadi operasi kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kantor SAR Surabaya. Meskipun operasi khusus dihentikan, pemantauan di sekitar lokasi kejadian tetap dilakukan dengan posko pengaduan yang siaga untuk mengantisipasi adanya laporan dari keluarga yang merasa kerabatnya belum ditemukan.
Data Evakuasi dan Korban
Jumlah total korban yang berada di KM Mutiara Sentosa 2 saat terjadi kebakaran adalah 238 orang, yang terdiri dari penumpang, awak kapal, dan tenaga bantuan operasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 orang berhasil diselamatkan, sementara lima orang ditemukan meninggal dunia. Proses evakuasi melibatkan beberapa kapal bantuan, antara lain:
- KM Meratus Pematang Siantar: 110 korban selamat dan 2 korban meninggal
- TB Hasnur: 62 korban selamat
- KN Permadi: 9 korban selamat
- Selaras Mas: 13 korban selamat
- KRI Nala: 30 korban selamat dan 2 korban meninggal
- KMP Mutiara Ferindo I: 8 korban selamat dan 1 korban meninggal
Proses Penanganan dan Kesiapsiagaan
Setelah operasi SAR khusus dihentikan, Basarnas menyatakan kesiapsiagaan tetap dijalankan di area perairan sekitar lokasi kejadian. Posko pengaduan tetap dibuka agar keluarga korban dapat melaporkan jika terdapat anggota keluarga yang belum ditemukan. Kepala Basarnas juga menegaskan bahwa operasi pencarian dapat dibuka kembali apabila ada laporan korban yang belum terdata atau ditemukan.
Selain itu, Basarnas siap mendukung investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), terutama untuk membantu menemukan posisi KM Mutiara Sentosa 2 yang kini sudah tidak tampak di permukaan laut.
Kondisi Korban dan Respons Kru
Evaluasi menunjukkan bahwa seluruh penumpang yang terjun ke laut telah mengenakan jaket pelampung sesuai instruksi dari awak kapal saat keadaan darurat. Korban meninggal dunia diduga bukan akibat kebakaran langsung, melainkan karena terjatuh dari ketinggian saat bertahan di anjungan kapal yang mengalami kemiringan.
Respons cepat dari kru kapal menjadi salah satu faktor penting dalam tingginya jumlah korban selamat dalam insiden ini.
Basarnas berharap tidak ada lagi laporan keluarga korban yang belum ditemukan, namun tetap siap untuk melanjutkan operasi pencarian jika diperlukan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










