Nasib Ipda MA, Perwira Polisi yang Tabrak Balita hingga Tewas di Bone

Nasib Ipda MA, Perwira Polisi yang Tabrak Balita hingga Tewas di Bone

Suara Pecari, Bone – Tragedi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang perwira polisi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menewaskan seorang balita berusia empat tahun. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.00 Wita di perempatan Jalan Ahmad Yani-Jalan Besse Kajuara, tepat di depan Kantor BPD Sulsel, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang.

Korban, seorang balita perempuan berinisial GN, saat itu sedang dibonceng oleh keluarganya menggunakan sepeda motor Honda Scoopy. Mereka dalam perjalanan untuk menyaksikan lomba gerak jalan yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketika berhenti di lampu merah, sepeda motor yang ditumpangi korban ditabrak dari belakang oleh mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan oleh Ipda MA, seorang perwira polisi yang menjabat sebagai Kepala Bagian Operasi (KBO) Intelkam Polres Bone sekaligus Pelaksana Harian Kapolsek Bengo.

Fakta Kecelakaan dan Dugaan Rem Blong

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kecelakaan tersebut diduga dipicu oleh rem mobil yang mengalami kerusakan atau rem blong. Benturan keras membuat sepeda motor korban terseret sejauh sekitar 15 meter. Korban segera dilarikan ke RSUD Tenriawaru, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka parah di kepala.

Kasi Propam Polres Bone, AKP Muhammad Ali, menyatakan bahwa Ipda MA telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kejadian tersebut. Selain itu, tes urine terhadap Ipda MA menunjukkan hasil negatif, dan proses pemeriksaan kode etik sedang berjalan di satuan internal Polri yang bertugas mengawasi disiplin anggota kepolisian.

Respons Pemerintah dan Santunan untuk Keluarga Korban

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, turut mengunjungi keluarga korban di rumah duka pada Kamis (6/8/2026) malam. Dalam kunjungannya, Bupati memberikan santunan sebesar Rp 10 juta kepada keluarga korban sebagai bentuk dukungan moril dan bantuan ekonomi. Ia juga menyampaikan belasungkawa dan menegaskan bahwa pemerintah daerah berencana memberikan bantuan tambahan, termasuk kemungkinan merekrut salah satu anggota keluarga korban untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang cukup besar.

Bupati menegaskan bahwa peristiwa ini adalah musibah dan mengajak keluarga korban untuk tabah menerima cobaan ini, sekaligus berharap agar korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Proses Hukum dan Pengawasan Internal

Kecelakaan yang melibatkan anggota Polri ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Propam Polres Bone mengambil langkah tegas dengan mengamankan Ipda MA dan melakukan pemeriksaan internal guna memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian serta memastikan adanya pertanggungjawaban atas peristiwa yang terjadi.

Kasus ini juga menimbulkan kesedihan mendalam di tengah masyarakat Bone, terutama karena korban merupakan anak kecil yang sedang menikmati momen perayaan kemerdekaan. Pihak kepolisian dan pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menangani dampak sosial dan membantu keluarga korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas dan pemeliharaan kendaraan yang baik, terutama bagi kendaraan dinas dan pengemudi yang memiliki tanggung jawab besar di masyarakat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *