Rizky Billar, Lesti, dan Asila Maisa Klarifikasi di Polda Metro Jaya Terkait Fitnah Selingkuh
Rizky Billar, Lesti Kejora, dan Asila Maisa Memberikan Keterangan di Polda Metro Jaya
Suara Pecari, Jakarta – Rizky Billar bersama Lesti Kejora dan Asila Maisa mendatangi Polda Metro Jaya pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kedatangan mereka untuk memberikan keterangan tambahan terkait laporan Rizky Billar terhadap sejumlah akun media sosial yang diduga menyebarkan fitnah dan berita bohong tentang dirinya.
Laporan Fitnah Perselingkuhan
Rizky Billar telah melaporkan enam akun media sosial yang menyebarkan narasi tidak benar mengenai dirinya yang disebut berselingkuh dan memiliki anak dengan Asila Maisa, putri presenter Ramzi. Kuasa hukum Rizky Billar, Sadrakh, menyampaikan bahwa kehadiran ketiganya di Polda Metro Jaya bertujuan untuk memberikan klarifikasi dan konfirmasi atas laporan tersebut.
Proses Pemeriksaan dan Klarifikasi
Dalam proses penyidikan, Rizky Billar, Lesti, dan Asila telah menjawab 25 pertanyaan baik secara bersama maupun terpisah. Semua informasi yang diposting oleh akun-akun tersebut dinyatakan tidak benar. Sadrakh menegaskan bahwa laporan ini merupakan langkah tepat untuk menghentikan penyebaran berita yang merugikan.
Dampak Fitnah terhadap Kehidupan Pribadi dan Profesional
Isu fitnah ini tidak hanya berdampak pada kehidupan pribadi ketiganya, tetapi juga menimbulkan kerugian di bidang pekerjaan, khususnya endorsement. Berita tidak akurat ini telah mengganggu reputasi dan aktivitas profesional Rizky Billar, Lesti, dan Asila serta keluarganya.
Komitmen Mengikuti Proses Hukum
Rizky Billar dan kedua rekannya berkomitmen untuk mengikuti proses hukum sampai tuntas agar tidak ada pihak lain yang menjadi korban penyebaran berita bohong. Hingga saat ini, isu tersebut masih beredar di media sosial, dan mereka tetap fokus pada penanganan laporan yang telah diajukan.
Keseriusan Melindungi Hak dan Nama Baik
Langkah hukum yang diambil oleh Rizky Billar mencerminkan upaya perlindungan terhadap hak pribadi dan nama baiknya serta orang-orang terdekatnya. Proses ini penting untuk mencegah dampak negatif lebih luas yang dapat timbul dari penyebaran informasi yang tidak benar.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










