Perahu Terbalik Dihantam Ombak di Perairan Pulau Tempurung, 2 Pemancing Tewas

Suara Pecari, Cilegon – Sebuah kecelakaan laut terjadi di perairan sekitar Pulau Tempurung, Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Senin, 26 Oktober 2026. Sebuah perahu yang digunakan untuk memancing terbalik setelah dihantam ombak, menyebabkan dua pemancing meninggal dunia dan satu orang berhasil diselamatkan.

Fakta Utama Kecelakaan

<pKepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi kecelakaan tersebut pada sore hari. Seorang korban ditemukan terapung di laut sekitar pukul 15.20 WIB oleh kapal KMP SMS Sagita. Korban yang berhasil diselamatkan adalah Ujang Sutisna, 34 tahun, warga Kota Serang. Ia dievakuasi ke Pelabuhan Merak dan kemudian mendapat perawatan medis di Puskesmas Pulomerak.

Baca juga:

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan korban yang selamat dan informasi dari nelayan, kecelakaan bermula saat perahu yang ditumpangi ketiga pemancing dihantam ombak besar saat mereka sedang memancing. Perahu pun terbalik dan ketiganya mencoba bertahan hidup dengan mengapung di laut selama sekitar satu jam 30 menit sebelum evakuasi dilakukan.

Setelah proses pencarian, seorang korban lain ditemukan meninggal dunia oleh nelayan sekitar pukul 16.15 WIB. Korban yang meninggal diidentifikasi sebagai Afendi, 36 tahun, warga Kota Serang, dan Sugiarto, 38 tahun, warga Kota Cilegon. Kedua korban dilarikan ke RSUD Kota Cilegon untuk penanganan lebih lanjut.

Respons SAR dan Pencarian

Pihak SAR Banten segera melakukan pencarian dan evakuasi setelah menerima laporan. Kapal KMP SMS Sagita melakukan manuver penyelamatan dengan menggunakan alat pelampung cincin untuk mengevakuasi korban terapung. Upaya pencarian juga melibatkan nelayan setempat guna memastikan semua korban ditemukan.

Konteks dan Pentingnya Keselamatan Laut

Kecelakaan seperti ini menyoroti pentingnya keselamatan di perairan, terutama bagi para pemancing yang sering beraktivitas di laut terbuka. Cuaca dan gelombang laut yang tidak menentu dapat menimbulkan risiko tinggi bagi keselamatan. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapan alat keselamatan menjadi hal yang krusial untuk mencegah insiden serupa.

Baca juga:

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi instansi terkait untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons dalam menangani kecelakaan laut serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya prosedur keselamatan di perairan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *