Kuburan Tua ‘Liang Batu’ di Toraja Diduga Dibakar OTK, 50 Jasad Terdampak

Suara Pecari, Toraja Utara – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi pada akhir Oktober 2026 di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, tidak hanya menghanguskan kawasan hutan, tetapi juga merusak kuburan tua yang dikenal dengan nama ‘Liang Batu’. Sekitar 50 jasad yang berada dalam peti di kuburan tersebut dilaporkan terdampak kebakaran.

Fakta Utama Kebakaran Kuburan Tua

Kebakaran ini mulai terjadi sejak Jumat, 23 Oktober 2026, dan berlangsung hingga Sabtu, 24 Oktober 2026, di Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu Utara, Kecamatan Baruppu. Kepala Satpol PP dan Damkar Toraja Utara, Riantho Yusuf Sangkelo, menyampaikan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh orang tidak dikenal (OTK) yang membakar area tersebut secara sengaja atau karena iseng.

Baca juga:

Warga sekitar sempat melihat seseorang yang diduga membakar kawasan tersebut dan mencoba mengejar, namun pelaku berhasil melarikan diri. Kebakaran berdampak pada puluhan liang batu, yaitu kuburan tua yang terletak di tebing sekitar lokasi. Beberapa peti jenazah ikut terbakar dalam insiden ini.

Penanganan Kebakaran

Proses pemadaman mengalami kendala karena akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan. Untuk itu, tim gabungan dari Satpol PP dan Damkar Toraja Utara bekerja sama dengan Manggala Agni, KPA, Babinsa, dan Babinkamtibmas turut melakukan pemadaman dengan menggunakan peralatan khusus dan memasuki lokasi secara manual.

Konteks dan Dampak

Kebakaran ini bukan hanya merusak lingkungan hutan tetapi juga mengancam situs budaya dan sejarah berupa kuburan tua ‘Liang Batu’ yang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Toraja. Kerusakan pada kuburan tersebut menyebabkan hilangnya nilai sejarah dan duka bagi keluarga yang jasadnya terdampak.

Baca juga:

Insiden ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan pengawasan situs budaya di daerah rawan kebakaran, serta pentingnya upaya pencegahan karhutla yang lebih efektif.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *