Padamkan Karhutla Gunung Ciremai, Pemprov Jabar Turunkan Heli dan 500 Personel

Suara Pecari, Kuningan – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menurunkan helikopter water bombing dan mengerahkan 500 personel untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Setelah dua hari penanganan intensif, kebakaran berhasil dipadamkan secara relatif.

Penanganan Cepat dan Terkoordinasi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memantau langsung proses pemadaman dari udara menggunakan helikopter. Berdasarkan pantauan tersebut, luas area yang terbakar adalah 30 hektare, jauh lebih kecil dari isu sebelumnya yang menyebut 60 hektare. Setelah pemadaman intensif, sisa titik api tinggal 20 persen dan berada di lokasi yang tidak terlalu rawan.

Baca juga:

Untuk memadamkan api di lokasi sulit dijangkau, Pemprov Jabar bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mabes TNI, Angkatan Udara, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam operasi water bombing. Strategi ini berhasil menyelesaikan pemadaman dalam waktu dua hari.

Strategi Pemadaman yang Berbeda

Medan di Gunung Ciremai berbeda dengan kebakaran hutan di wilayah lain seperti Kalimantan. Api di Gunung Ciremai cenderung merambat ke atas, sementara sumber air terbatas. Oleh karena itu, Pemprov Jabar menerapkan strategi menyekat dengan mengaktifkan kembali kanal alami yang ada di hutan. Kanal ini difungsikan dengan cara membersihkan sampah agar dapat menahan aliran air saat hujan turun, sehingga mencegah api menyebar ke area lain.

Imbauan Gubernur dan Langkah Pencegahan

Gubernur Dedi Mulyadi mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjelang musim tanam pada November. Hal ini penting untuk mengurangi risiko kebakaran di masa mendatang.

Selain itu, Gubernur juga mengumumkan sayembara dengan hadiah Rp10 juta bagi yang memberikan informasi terkait pencurian kayu sono keling, sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan.

Baca juga:

Koordinasi dan Prioritas Penanganan

Gubernur memastikan bahwa ketidakhadirannya pada acara kenegaraan terkait kebakaran di Ciremai telah dikomunikasikan dengan Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet. Penanganan karhutla menjadi prioritas utama sesuai arahan Presiden, sehingga seluruh upaya dilakukan demi penyelesaian cepat dan efektif di lapangan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *