Pohon Tumbang di Curug Lawe Kendal Sebabkan 1 Meninggal dan 3 Luka-luka

Pohon Tumbang di Curug Lawe Kendal Sebabkan 1 Meninggal dan 3 Luka-luka

Suara Pecari, Kendal – Sebuah pohon besar tumbang di kawasan wisata Curug Lawe Sicepit, Kabupaten Kendal, pada Sabtu sore, 7 November 2026, mengakibatkan satu wisatawan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa Pohon Tumbang di Curug Lawe

<pMenurut Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, kejadian terjadi sekitar pukul 18.10 WIB saat wisatawan berada di bawah curug. Pohon dengan diameter sekitar 90 sentimeter yang diperkirakan sudah lapuk itu tumbang dari ketinggian sekitar 50 meter.

Baca juga:

Korban meninggal dunia bernama Dhea Sivaul Qolbi (19), warga Pecabean, Pangkah, Kabupaten Tegal. Sementara tiga korban luka-luka adalah Bimo Putra Maulana (20) dari wilayah yang sama, serta Aura Artika (20) dan Dina (20), keduanya warga Kaliwungu.

Kondisi dan Penanganan

Bergas menjelaskan bahwa saat kejadian kondisi cuaca di lokasi tidak sedang hujan ataupun terdapat angin kencang. Namun, hujan sempat mengguyur kawasan tersebut beberapa hari sebelumnya, yang mungkin mempengaruhi kondisi pohon.

Petugas BPBD bersama unsur terkait segera melakukan kaji cepat, evakuasi, dan penanganan terhadap para korban. Jenazah korban meninggal dibawa ke RSUD dr H Soewondo Kendal untuk pemulasaraan, sementara korban luka dirawat di Puskesmas Limbangan.

Penanganan di lokasi menghadapi kendala berupa akses yang hanya berupa jalan setapak dan minimnya penerangan di kawasan wisata tersebut, sehingga proses evakuasi berjalan dengan penuh kehati-hatian.

Baca juga:

Konteks dan Implikasi

Curug Lawe Sicepit merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Kendal yang sering dikunjungi wisatawan. Peristiwa ini menyoroti pentingnya pemeriksaan dan pemeliharaan pohon-pohon besar di sekitar area wisata, terutama setelah cuaca ekstrem atau hujan deras, guna mengantisipasi potensi bahaya bagi pengunjung.

Pihak berwenang diharapkan meningkatkan pengawasan dan perbaikan fasilitas di kawasan wisata untuk memastikan keselamatan pengunjung, termasuk memperbaiki akses dan penerangan di area yang rawan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *