Ahmad Sahroni Nilai Deretan Kasus Korupsi Pejabat Bukti Penegakan Hukum Makin Kuat
Suara Pecari | Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai deretan kasus korupsi pejabat yang terjadi belakangan ini justru menjadi bukti bahwa penegakan hukum di Indonesia semakin kuat. Menurutnya, penangkapan sejumlah pejabat tinggi negara oleh Kejaksaan Agung dan KPK menunjukkan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu.
Ahmad Sahroni nilai deretan kasus korupsi pejabat bukti penegakan hukum makin kuat. Ia menegaskan bahwa banyaknya operasi tangkap tangan dan penggeledahan yang dilakukan aparat penegak hukum merupakan sinyal positif bagi iklim antikorupsi di tanah air. “Banyak pihak yang menarasikan ‘Indonesia tidak baik-baik saja’ akibat banyaknya penangkapan pejabat negara belakangan ini. Padahal menurut saya, negara justru sedang bersih-bersih melalui Kejagung dan KPK. Ini bukti hukum bekerja tanpa pandang bulu. Jadi arah kepemimpinan Presiden Prabowo ini malah sedang menuju ke arah yang lebih baik,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Jumat 5 Juni 2026.
Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN). Kejaksaan Agung telah menggeledah kantor BGN pada Rabu, 3 Juni 2026, dan menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka. Mereka diduga melakukan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran program prioritas nasional tersebut yang mencapai Rp85,27 triliun pada 2025 dan melonjak hingga Rp268 triliun pada 2026. Modus operandi yang digunakan antara lain merekayasa penunjukan yayasan mitra SPPG yang terafiliasi dengan kantong pribadi para tersangka.
Ahmad Sahroni nilai deretan kasus korupsi pejabat bukti penegakan hukum makin kuat. Ia mendukung penuh langkah Kejagung dan meminta agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya. “Saya setuju dan mendukung sekali apabila kasus korupsi di BGN diusut tuntas dan menjerat semua pelakunya. Baik dari ketua, pimpinan, sampai kalau perlu operator-operator dan vendor yang nakal,” ucap Bendahara Umum Partai NasDem tersebut. Sahroni juga menekankan pentingnya hukuman berat bagi para pelaku agar memberikan efek jera. “Soal hukuman, saya rasa harus dengan hukuman yang membuat efek jera, karena ini adalah proyek jangka panjang yang harus selalu dijaga dari korupsi,” katanya.
Menurut Sahroni, program MBG merupakan program mulia yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat. Namun, anggaran yang besar berpotensi disalahgunakan. “Program MBG ini secara penyaluran dari keinginan Bapak Presiden itu sangat baik. Tapi kan ada pihak-pihak yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. Kenapa? Karena memang anggarannya cukup besar, orang bisa gelap mata,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ia menambahkan bahwa penggeledahan kantor BGN merupakan bukti keseriusan Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi. “Ini membuktikan bahwa Presiden enggak main-main dengan mereka yang mau main-main. Ini wujud bahwa Bapak Presiden benar-benar sangat concern untuk memberantas hal-hal yang tidak baik di Republik ini, terutama masalah BGN,” tegasnya.
Ahmad Sahroni nilai deretan kasus korupsi pejabat bukti penegakan hukum makin kuat. Ia meminta Kejagung segera menetapkan tersangka jika ditemukan cukup bukti, dan berharap kasus ini tidak mengganggu jalannya program MBG. “Kalau nanti tidak disikapi oleh aparat penegak hukum, malah lebih bahaya. Programnya bagus, tapi penyaluran tidak sempurna. Ini yang menyebabkan banyak terjadi komplain di masyarakat,” katanya. Sahroni juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah mencopot pimpinan BGN dan menginstruksikan penggeledahan, yang menunjukkan keseriusan pemerintah menjaga program MBG tetap berjalan sesuai tujuan.
Dengan adanya langkah tegas dari aparat penegak hukum, publik diharapkan semakin percaya bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia sedang berjalan dengan baik. Ahmad Sahroni optimistis bahwa agenda bersih-bersih ini akan membawa Indonesia menuju tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan transparan. “Intinya Pak Presiden sedang bersih-bersih di segala sektor. Ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak bahwa Presiden Prabowo tidak main-main. Justru kalau ada koruptor yang jelas kejahatannya tapi tidak ditangkap, itu baru Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Jadi jangan anggap remeh sikap presiden,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











