Demo Mahasiswa Jadi Alarm Keras bagi Presiden Prabowo, Ingatkan Segera Sikapi dengan Terobosan Kebijakan

Demo Mahasiswa Jadi Alarm Keras bagi Presiden Prabowo, Ingatkan Segera Sikapi dengan Terobosan Kebijakan

Suara Pecari | Demo mahasiswa jadi alarm keras bagi Presiden Prabowo, ingatkan segera sikapi dengan terobosan kebijakan. Gelombang demonstrasi mahasiswa yang terjadi serentak di berbagai daerah pada Senin, 15 Juni 2026, menjadi peringatan serius bagi pemerintahan Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka. Aksi yang digelar di depan Gedung DPR RI, Gedung DPRD Jawa Barat, hingga Blitar, Jawa Timur, menyuarakan tuntutan mendesak: penurunan harga BBM, pendidikan gratis, evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga desakan mundur presiden dan wakil presiden.

Di Jakarta, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Kerakyatan Jakarta mengirimkan karangan bunga sindiran bertuliskan “Selamat atas gagalnya kinerja DPR RI” dan “Selamat atas kegagalan Prabowo-Gibran”. Aksi simbolik ini menjadi gambaran kekecewaan mendalam terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Sementara itu, di Bandung Raya, mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi di Gedung DPRD Jawa Barat dengan tuntutan serupa, termasuk penghentian program prioritas seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Demo mahasiswa jadi alarm keras bagi Presiden Prabowo, ingatkan segera sikapi dengan terobosan kebijakan. Pengamat politik Fernando Emas mengingatkan bahwa jika pemerintah gagal merespons, potensi ledakan sosial seperti Reformasi 1998 bisa terulang. “Saya tidak menakut-nakuti, tapi sejarah menunjukkan akumulasi persoalan ekonomi dan sosial bisa memicu gejolak besar,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya terobosan kebijakan, termasuk evaluasi menteri yang dinilai tidak mampu memberikan solusi.

Kritik juga datang dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Dalam pidatonya di Blitar, ia menyoroti pengamanan berlebihan terhadap aksi BEM UI dan meroketnya harga kebutuhan pokok, seperti cabai yang mencapai Rp180.000 per kilogram di Indonesia Timur. “Mahasiswa itu warga negara Indonesia, jangan ditakuti! Kalau saya mau ditangkap? Ayo!” tegas Megawati. Ia mendorong gerakan swasembada pangan sebagai solusi jangka pendek.

Demo mahasiswa jadi alarm keras bagi Presiden Prabowo, ingatkan segera sikapi dengan terobosan kebijakan. Aksi ini bukan sekadar protes, melainkan sinyal bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin menipis. Tanpa langkah konkret, pemerintahan Prabowo-Gibran berisiko menghadapi krisis legitimasi yang lebih dalam. Saatnya presiden mendengar suara rakyat dan mengambil keputusan berani demi stabilitas nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan