Bakom RI Minta Mahasiswa Berhenti Demo dan Dukung Langkah Nyata Prabowo: Bersatu Lawan Kebocoran APBN
Suara Pecari | Jakarta – Gelombang demonstrasi mahasiswa yang menuntut efisiensi anggaran dan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat respons langsung dari pemerintah. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, secara tegas meminta mahasiswa untuk berhenti demo dan mendukung langkah nyata Prabowo Subianto dalam memberantas kebocoran APBN. Dalam pernyataannya, Qodari menekankan bahwa Presiden Prabowo merupakan panglima terdepan dalam melawan kebocoran anggaran negara. “Bakom RI Minta Mahasiswa Berhenti Demo dan Dukung Langkah Nyata Prabowo: Bersatu Lawan Kebocoran APBN,” ujar Qodari di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah aksi massa yang berlangsung di sejumlah titik, termasuk di depan Gedung DPR/MPR dan Monas. Mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK), Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka sebelumnya telah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres. Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan enam tuntutan, termasuk pembekuan sementara program MBG dan pengalihan efisiensi anggaran untuk pendidikan tinggi. Ketua BEM FH UBK, M Abdi Maludin, memberikan tenggat waktu 5×24 jam kepada pemerintah untuk menindaklanjuti aspirasi mereka. Jika tidak, aksi jilid II akan digelar.
Sementara itu, di lokasi terpisah, mahasiswa BEM SI Kerakyatan Jakarta memasang karangan bunga sindiran di depan DPR bertuliskan “Selamat atas kegagalan Rezim Prabowo-Gibran” dan “Selamat atas gagalnya kinerja DPR RI”. Aksi simbolik ini menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada rakyat. Di sisi lain, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara terbuka mendukung aksi mahasiswa BEM UI yang menuntut penurunan harga BBM dan penghentian MBG. Megawati menegaskan bahwa mahasiswa memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan aspirasi.
Menanggapi berbagai tekanan, Bakom RI mengajak mahasiswa untuk tidak hanya mengkritik, tetapi juga berpartisipasi dalam upaya perbaikan tata kelola keuangan negara. “Bakom RI Minta Mahasiswa Berhenti Demo dan Dukung Langkah Nyata Prabowo: Bersatu Lawan Kebocoran APBN,” kata Qodari mengulangi seruannya. Ia menegaskan bahwa sejak awal pemerintahan, Prabowo telah memangkas pos belanja yang tidak esensial dan mendorong efisiensi di semua lini. Oleh karena itu, dukungan mahasiswa sangat dibutuhkan untuk memperkuat gerakan pemberantasan kebocoran APBN.
Di akhir pernyataannya, Qodari berharap mahasiswa dapat menjadi mitra kritis pemerintah, bukan sekadar pengkritik di luar sistem. “Bakom RI Minta Mahasiswa Berhenti Demo dan Dukung Langkah Nyata Prabowo: Bersatu Lawan Kebocoran APBN,” tutupnya. Sementara itu, massa aksi UBK telah membubarkan diri dari Monas setelah pertemuan dengan Gibran, namun ancaman aksi lanjutan masih menggantung jika tuntutan tidak dipenuhi dalam waktu yang ditentukan.
Pemerintah optimistis bahwa dengan sinergi antara mahasiswa dan eksekutif, kebocoran APBN dapat ditekan secara signifikan. Langkah nyata yang telah diambil, seperti audit besar-besaran dan pemotongan anggaran perjalanan dinas, diharapkan mendapat dukungan luas. Kini, bola ada di tangan mahasiswa: apakah mereka akan bergabung dalam upaya reformasi anggaran atau melanjutkan aksi jalanan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










