Persiapan 95 Persen, 1.310 Calon Jemaah Haji Banyuwangi Siap Berangkat Mulai 9 Mei 2026

Muchamad Arifin
Persiapan 95 Persen, 1.310 Calon Jemaah Haji Banyuwangi Siap Berangkat Mulai 9 Mei 2026

Suara Pecari – 23 April 2026 | Badan Kementerian Haji dan Umrah setempat mengonfirmasi bahwa 1.310 calon jemaah haji (CJH) dari Banyuwangi siap berangkat pada musim haji 2026.

Jumlah tersebut mencakup kuota reguler serta kuota khusus bagi lansia beserta pendampingnya.

Kepala Sub Bagian TU Kemenhaj Banyuwangi, Imam Muslim, menekankan bahwa angka ini masih bersifat dinamis dan dapat bertambah.

“Untuk saat ini masih tercatat 1.300‑an, dan bisa bertambah bila ada cadangan yang naik status,” ujarnya.

Persiapan keberangkatan telah mencapai sekitar 95 persen, menandakan hampir semua tahapan logistik telah selesai.

Para calon jemaah telah menyelesaikan serangkaian pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan vaksinasi yang diwajibkan.

Langkah selanjutnya adalah menunggu distribusi koper yang dikelola langsung oleh Kemenhaj.

Pembagian kelompok penerbangan (kloter) dilakukan dalam lima grup, yakni kloter 71, 82, 83, 84, dan 85.

Kloter 71 berisi delapan orang dan akan bergabung dengan jemaah dari kabupaten lain, dijadwalkan berangkat pada 9 Mei 2026.

Kloter 82 hingga 85 seluruhnya berasal dari Banyuwangi dan direncanakan berangkat pada 11 Mei 2026.

Setelah keberangkatan, mereka akan masuk Asrama Haji pada 12 Mei 2026 untuk tahap akhir persiapan.

Plt Kepala Kemenhaj Banyuwangi, Rifan Junaidi, menegaskan bahwa kloter 71 hanya delapan jemaah dan sisanya sepenuhnya dari wilayah setempat.

“Kloter 71 hanya delapan jemaah dan bergabung dengan kabupaten lain, sedangkan kloter 82‑85 semuanya dari Banyuwangi,” katanya.

Proses pemeriksaan kesehatan meliputi tes laboratorium, pemeriksaan fisik, dan evaluasi kondisi jantung.

Vaksinasi yang diberikan meliputi vaksin meningitis, influenza, dan COVID‑19, sesuai standar Kemenhaj.

Pemerintah daerah bekerja sama dengan rumah sakit wilayah untuk memastikan semua persyaratan medis terpenuhi.

Distribusi koper dijadwalkan melalui titik pengumpulan di kantor Kemenhaj setempat, dengan petugas khusus memeriksa kelengkapan barang.

Setiap jemaah diberikan panduan penggunaan koper serta daftar perlengkapan wajib yang harus dibawa.

Jadwal keberangkatan disusun secara berurutan untuk mempermudah koordinasi penerbangan dan akomodasi.

Setelah tiba di Tanah Suci, jemaah akan mengikuti rangkaian ibadah sesuai jadwal haji resmi.

Asrama Haji berperan sebagai tempat penampungan sementara, menyediakan fasilitas makan, mandi, dan ruang istirahat.

Petugas asrama juga memberikan pengarahan mengenai tata tertib, protokol kesehatan, dan prosedur ibadah.

Bagi jemaah lansia, tersedia pendamping khusus yang membantu mobilitas dan kebutuhan medis.

Kehadiran pendamping ini diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keamanan selama perjalanan.

Partisipasi 1.310 jemaah menandai peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan tren positif dalam kepesertaan haji dari Banyuwangi.

Data historis menunjukkan bahwa tahun 2025 mencatat sekitar 1.200 jemaah, sehingga peningkatan ini mencerminkan efektivitas program persiapan daerah.

Industri travel lokal juga merasakan dampak positif, dengan peningkatan permintaan layanan transportasi, akomodasi, dan perlengkapan haji.

Badan Kemenhaj terus memantau penggunaan kuota untuk menghindari kelebihan atau kekurangan jemaah.

Jika terdapat cadangan yang memenuhi syarat, mereka dapat diangkat menjadi jemaah resmi menjelang tanggal keberangkatan.

Pihak Kemenhaj menekankan pentingnya keselamatan, dengan menyiapkan tim medis dan keamanan di setiap titik perjalanan.

Antisipasi tantangan seperti cuaca buruk atau keterlambatan penerbangan telah disiapkan melalui rencana kontinjensi.

Masyarakat Banyuwangi memberikan dukungan moral, mengirimkan doa dan harapan agar para jemaah tiba dengan selamat.

Penutup, persiapan CJH Banyuwangi telah hampir selesai, dengan keberangkatan dijadwalkan mulai 9 Mei 2026 dan diharapkan semua berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan