Efisiensi Anggaran Hantam Media Lokal
BANYUWANGI. Kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata di daerah. Tidak hanya menyentuh internal lembaga, kebijakan ini juga memukul sektor media, terutama media lokal yang selama ini bergantung pada kerja sama publikasi. Rabu (29/4/26).
Di DPRD Kabupaten Banyuwangi, pemangkasan anggaran publikasi terjadi secara signifikan. Kondisi ini berdampak langsung pada berkurangnya jumlah media yang bisa diajak bekerja sama setiap bulannya.
Kasubag Keprotokolan dan Tata Usaha DPRD Banyuwangi, Imam Basuki, mengungkapkan bahwa penurunan anggaran tahun ini tidak bisa dihindari karena kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
“Tahun ini anggaran publikasi di DPRD turun dari Rp3,3 miliar menjadi sekitar Rp1,1 miliar. Penurunannya sangat signifikan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Pemangkasan tersebut berdampak langsung pada relasi kerja sama dengan media. Jika sebelumnya puluhan media terlibat, kini jumlahnya menyusut drastis.
“Sekarang dalam satu bulan hanya sekitar 11 media yang bekerja sama. Tahun lalu masih sekitar 44 media,” kata Imam.
Kondisi ini menempatkan media lokal dalam situasi yang tidak mudah. Selama ini, kerja sama publikasi dengan pemerintah menjadi salah satu sumber pendapatan yang cukup penting untuk menjaga keberlangsungan operasional.
Di sisi lain, DPRD juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan kerja sama. Imam mengakui, pihaknya harus lebih selektif karena munculnya pihak-pihak yang mengatasnamakan pimpinan dalam proses pengajuan kerja sama.
“Kami juga mengalami kesulitan dalam pengelolaan karena ada pihak-pihak yang mengatasnamakan pimpinan, sehingga harus lebih hati-hati dalam memverifikasi,” ungkapnya.
Situasi ini memperlihatkan bagaimana kebijakan efisiensi tidak hanya berdampak pada angka-angka anggaran, tetapi juga merembet pada ekosistem informasi di daerah.
Media lokal yang selama ini menjadi ujung tombak penyebaran informasi publik kini harus beradaptasi di tengah keterbatasan.
Di tengah tekanan tersebut, kebutuhan akan informasi yang akurat dan terpercaya tetap menjadi prioritas.
Namun, dengan ruang anggaran yang semakin sempit, pertanyaan yang mengemuka adalah: sejauh mana keberlangsungan media lokal dapat bertahan di tengah kebijakan efisiensi yang terus berlanjut?
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







