Santri Entrepreneur, Upaya Pemkab Banyuwangi Membekali Santri dengan Wawasan dan Peluang Ekonomi Digital

Suara Pecari, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengadakan kegiatan Santri Entrepreneur sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan membekali santri dengan wawasan dan peluang usaha di bidang ekonomi digital.

Santri Entrepreneur: Membuka Peluang Ekonomi Digital bagi Santri

Santri Entrepreneur yang diselenggarakan di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi diikuti oleh 100 santri dari 52 pondok pesantren di Banyuwangi. Melalui kegiatan ini, para santri memperoleh pengetahuan terkait pengelolaan konten media sosial dan pemanfaatan program afiliasi (affiliate marketing) sebagai peluang usaha di era digital.

Baca juga:

Pentingnya Bekal Digital untuk Santri

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menekankan bahwa santri harus memiliki bekal lengkap, yakni penguasaan ilmu agama sekaligus kemampuan memahami perkembangan teknologi digital dan peluang ekonomi yang muncul dari sana. Hal ini menjadi bekal penting bagi santri saat mereka kembali ke masyarakat setelah menimba ilmu di pesantren.

Menurut Ipuk, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi berkarakter dan berakhlak serta produktif. Oleh karena itu, penting bagi santri untuk dikenalkan dengan berbagai peluang usaha yang sesuai dengan kebutuhan zaman modern.

Peran Ekonomi Digital dalam Dunia Santri

Perkembangan teknologi digital membuka ruang usaha yang luas dan dapat diakses siapa saja, termasuk lulusan pesantren. Dengan memahami ekosistem digital sejak dini, diharapkan santri mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha mandiri, bahkan menjadi agen pemberdayaan ekonomi di masyarakat.

Narasumber dan Materi Pelatihan

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, salah satunya Muhammad Tristan Azaria, content creator dan mentor dari Masjid Affiliate Al-Kahfi Bandung. Tristan mengajarkan pentingnya growth mindset, yakni keberanian untuk memulai meskipun kondisi belum ideal, serta menciptakan konten yang memiliki nilai (value) yang dapat memberikan informasi, wawasan, keterampilan, menyentuh emosi, atau solusi bagi audiens.

Baca juga:

Selain Tristan, hadir pula Ade Apriansyah, seorang Affiliator TikTok Level 6 yang memiliki pengalaman dalam menghasilkan omzet besar melalui afiliasi. Ade menjelaskan keuntungan menjadi affiliator dan peluang usaha yang bisa dikembangkan oleh santri melalui platform digital.

Menyiapkan Santri untuk Masa Depan

Dengan program seperti Santri Entrepreneur, Pemkab Banyuwangi berupaya memastikan santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Melalui pembekalan keterampilan digital dan pengetahuan ekonomi, santri diharapkan mampu berkontribusi secara produktif dalam pembangunan ekonomi lokal dan nasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *