Ratusan Takmir di Banyuwangi Ikuti Pelatihan Masjid Affiliate, Dorong Masjid Jadi Wadah Pemberdayaan

Suara Pecari, Banyuwangi – Sebanyak 150 pengurus takmir masjid di Banyuwangi mengikuti pelatihan Masjid Affiliate yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada Rabu, 21 Oktober 2026. Program ini bertujuan mengembangkan peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pemasaran produk UMKM yang ada di sekitar masjid.

Pelatihan Masjid Affiliate sebagai Wadah Pemberdayaan

Pelatihan yang berlangsung di sebuah restoran di Jalan Gajah Mada Banyuwangi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Santri Nasional 2026. Selain pelatihan, sebelumnya Pemkab Banyuwangi juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk ribuan santri, Rembug Santri, dan program Santri Mengajar.

Baca juga:

Program Masjid Affiliate merupakan hasil sinergi antara Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banyuwangi dengan dukungan berbagai lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI) Banyuwangi, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Peran Masjid dalam Pemberdayaan Masyarakat

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan potensi besar masjid dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan bahwa pengelolaan aset dan aktivitas masjid perlu dikembangkan agar memberikan manfaat lebih luas bagi jamaah dan lingkungan sekitar.

“Memakmurkan masjid adalah sunnah Rasul. Saya berharap pelatihan hari ini menjadi bagian dari upaya memanfaatkan aset masjid untuk kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, sekaligus memakmurkan masjid itu sendiri,” ujar Ipuk.

Ia juga mendorong pengurus takmir untuk melibatkan generasi muda dalam kegiatan dan pengelolaan masjid. Pengalaman Ipuk saat menjadi pengurus remaja masjid di Jakarta memberikan pemahaman tentang potensi besar generasi muda dalam menghidupkan kegiatan masjid.

Pelatihan dan Narasumber

Pelatihan ini diikuti oleh 150 peserta dari berbagai masjid di Banyuwangi serta sejumlah ibu pelaku UMKM. Narasumber yang hadir adalah Anggrita Putra Utama dan Muhammad Tristan Azaria dari Masjid Affiliate Al-Kahfi Bandung, yang sukses mengembangkan usaha masjid dengan omzet lebih dari Rp1 miliar.

Baca juga:

Konsep Masjid Affiliate menempatkan masjid sebagai pusat solusi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan adalah membantu pelaku UMKM di sekitar masjid memasarkan produk melalui jejaring Masjid Affiliate.

Konteks dan Dampak

Program ini diharapkan dapat mendorong masjid di Banyuwangi berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan sosial. Melalui pelatihan ini, pengurus masjid diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan sekaligus memakmurkan masjid.

Pelatihan Masjid Affiliate menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Banyuwangi dalam memberdayakan masyarakat dan mendukung peran aktif masjid di tengah komunitas.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *