Banjir Mengancam Gagal Panen di Lumajang

Banjir Mengancam Gagal Panen di Lumajang

Suara Pecari | Puluhan hektar lahan pertanian di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terancam gagal panen setelah diterjang banjir pada Kamis malam. Banjir ini melanda kawasan Sukodono dan merendam tanaman padi milik dua kelompok tani sekaligus.

Kerusakan terparah terjadi di lahan seluas 5,6 hektar di Desa Dawuhan Lor, dengan tanaman padi berusia 90 Hari Setelah Tanam (HST) yang mengalami kerusakan parah akibat genangan air.

Iskak Subagio, Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) Jawa Timur, menyatakan bahwa kerusakan terjadi di dua lokasi utama. Di Kelompok Tani Jasa Tani, sekitar 30 hektar lahan padi yang berusia 60 HST mengalami kerusakan, sementara di Kelompok Tani Alam Subur, banjir merendam 15 hektar dari total 35 hektar lahan yang ada.

Baca juga:

Peristiwa ini menambah daftar ancaman gagal panen bagi petani Lumajang yang mengandalkan musim tanam padi sebagai sumber penghasilan utama. Kondisi tanaman yang terendam pada usia 60 dan 90 HST membuat proses pemulihan menjadi sulit dilakukan oleh para petani.

Baca juga:

Saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai langkah penanganan dan bantuan yang akan diberikan kepada para petani terdampak.

Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:

Tinggalkan Balasan