Piodalan Umat Hindu di Lumajang Berlangsung Aman Lancar

Piodalan Umat Hindu di Lumajang Berlangsung Aman Lancar

Perayaan Piodalan di Lereng Semeru Berjalan Khidmat

Suara Pecari, Lumajang – Rangkaian Piodalan Tahun 2026 di Pura Mandara Giri Semeru Agung (MGSA), Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, berlangsung dengan penuh khidmat dan tertib. Perayaan keagamaan umat Hindu yang digelar pada 8-9 Juli 2026 ini menjadi momentum spiritual yang dinanti-nantikan oleh ribuan umat dari Lumajang dan sekitarnya. Pengamanan ketat diterapkan oleh personel gabungan untuk memastikan kenyamanan ibadah dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan pura yang berada di lereng Gunung Semeru tersebut.

Sinergi Lintas Instansi untuk Keamanan Maksimal

Personel gabungan yang diterjunkan berasal dari Polsek Rayon Barat, Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang, Koramil Senduro, Pecalang Pura MGSA, serta Satuan Keamanan Desa (SKD) Senduro. Sebelum melaksanakan tugas, seluruh personel mengikuti apel gabungan yang dipimpin oleh Ps. Kanit Patroli Polsek Senduro, Aiptu Ari Rahmad Wibowo, S.H. Dalam apel tersebut, ditekankan pentingnya profesionalisme dan pelayanan prima kepada masyarakat.

Usai apel, petugas segera menempati sejumlah titik strategis di sekitar pura. Pengamanan difokuskan pada dua aspek utama, yaitu kenyamanan umat Hindu yang melaksanakan ibadah dan kelancaran arus lalu lintas di jalan raya yang melintasi depan pura. Kawasan pura yang berada di jalur wisata menuju Gunung Semeru kerap mengalami peningkatan volume kendaraan saat perayaan keagamaan, sehingga pengaturan lalu lintas menjadi prioritas.

Pernyataan Kapolsek Senduro: Komitmen pada Pelayanan

Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso, S.H., menyampaikan bahwa pengamanan tersebut merupakan wujud nyata pelayanan kepolisian kepada masyarakat. “Pengamanan ini merupakan komitmen kami untuk memberikan rasa aman kepada umat Hindu yang sedang melaksanakan Piodalan. Kami juga bersinergi dengan TNI, Pecalang, dan unsur pengamanan lainnya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” ujarnya pada 8 Juli 2026.

Menurut AKP Wahono, berkat sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat, kegiatan ibadah dapat berjalan khusyuk tanpa hambatan berarti. Arus kendaraan di depan area pura juga terpantau lancar karena adanya pengaturan dari petugas gabungan. “Selama kegiatan berlangsung, situasi di kawasan Pura Mandara Giri Semeru Agung tetap kondusif. Arus lalu lintas di depan area pura juga terpantau lancar berkat pengaturan yang dilakukan petugas gabungan,” jelasnya.

Data Personel Pengamanan Piodalan 2026

UnsurJumlah PersonelTugas Utama
Polsek Rayon Barat15Pengamanan dan pengaturan lalu lintas
Satlantas Polres Lumajang10Rekayasa lalu lintas di jalur utama
Koramil Senduro8Back-up keamanan wilayah
Pecalang Pura MGSA12Pengamanan area dalam pura
SKD Senduro5Pengamanan lingkungan desa

Dampak Positif bagi Umat dan Masyarakat

Kelancaran Piodalan memberikan dampak positif yang signifikan. Bagi umat Hindu, suasana khusyuk dan aman memungkinkan mereka menjalankan rangkaian ibadah dengan tenang. Bagi masyarakat sekitar, pengaturan lalu lintas yang baik meminimalkan kemacetan yang kerap terjadi di jalur wisata menuju Gunung Semeru. Selain itu, sinergi antara aparat keamanan dan Pecalang memperkuat hubungan harmonis antara Polri, TNI, dan tokoh agama setempat.

Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung merupakan agenda keagamaan rutin yang memiliki nilai spiritual tinggi. Dengan pengamanan terpadu seperti ini, diharapkan setiap pelaksanaan kegiatan keagamaan dapat terus berlangsung dengan aman dan nyaman. Kapolsek Senduro juga mengapresiasi kerja sama semua pihak yang terlibat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel pengamanan dan masyarakat yang telah bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban. Alhamdulillah, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan yang berarti,” pungkasnya.

Makna Piodalan bagi Umat Hindu di Lumajang

Piodalan adalah perayaan hari suci yang memperingati hari berdirinya sebuah pura. Bagi umat Hindu di Lumajang, Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga ajang mempererat tali silaturahmi antarumat dan memperkuat identitas budaya. Pura yang terletak di lereng Gunung Semeru ini menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Dengan dukungan penuh dari aparat keamanan dan masyarakat, perayaan Piodalan tahun ini menjadi contoh sukses kolaborasi lintas sektor. Semoga ke depannya, kegiatan serupa dapat terus dijaga kelancarannya, sehingga nilai-nilai toleransi dan kebersamaan tetap terpelihara di tengah keberagaman Indonesia.

Di akhir kegiatan, suasana damai dan penuh syukur terpancar dari wajah para umat. Piodalan bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang bagaimana sebuah komunitas mampu bersatu dalam keberagaman untuk menciptakan kedamaian. Dan Lumajang telah membuktikannya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *