Kemenag Gelar Lomba MTQ Nasional 2026 dengan Kategori Khusus Difabel

Kemenag Gelar Lomba MTQ Nasional 2026 dengan Kategori Khusus Difabel

Suara Pecari – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 pada 10 hingga 20 September 2026 di Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan setiap tahun.

Pelaksanaan MTQ Nasional 2026

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa MTQ Nasional ke-31 ini menjadi salah satu puncak acara dalam event Blissful Mawlid yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk menyemarakkan bulan Maulid dengan ajang perlombaan Al-Quran tingkat nasional.

Kategori Khusus Difabel

Direktur KUA Ditjen Bimas Islam Kemenag, Ahmad Zayadi, menjelaskan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah MTQ Nasional, akan digelar kategori lomba khusus bagi penyandang disabilitas. Lomba tersebut adalah tilawah Al-Quran dengan bahasa isyarat yang diikuti oleh 24 peserta dari 14 komunitas di delapan provinsi.

Lomba ini merupakan inovasi baru yang dilaksanakan setelah penetapan Mushaf Al-Quran standar oleh Menteri Agama pada tahun 2022, yang telah disosialisasikan kepada komunitas Tuli muslim. Pelaksanaan lomba tilawah bahasa isyarat ini menjadi langkah penting dalam memberikan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam MTQ tingkat nasional.

Acara Pendukung: Nikah Massal

Selain MTQ, Kemenag juga menggelar acara nikah massal pada 5-6 September 2026 di Istora Senayan, Jakarta, sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi. Acara ini menargetkan 100 pasangan untuk mengikuti nikah massal dengan sejumlah fasilitas menarik, termasuk mahar berupa tabungan dan cinderamata yang disiapkan oleh panitia.

Abu Rokhmad mengajak masyarakat di sekitar Jabodetabek yang ingin menyempurnakan agamanya melalui pernikahan untuk segera mendaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Makna dan Dampak

Penyelenggaraan MTQ Nasional ke-31 dengan kategori khusus difabel menandai kemajuan inklusivitas dalam kegiatan keagamaan di Indonesia. Keberadaan lomba tilawah Al-Quran bahasa isyarat tidak hanya membuka kesempatan bagi komunitas Tuli untuk berkompetisi secara setara, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghargai keberagaman dalam beragama.

Acara nikah massal yang digelar bersamaan juga menunjukkan komitmen Kemenag dalam mendukung masyarakat untuk mewujudkan kehidupan beragama yang lengkap dan bermakna.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *